RAGAM

Uskup Domi: Perjamuan Terakhir Bukti Pelayanan Yesus

Uskup Atambua pimpin misa Kamis Putih.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr memimpin perayaan Kamis Putih di Gereja Katedral Sta. Maria Imaculata Atambua, Kamis (29/3/2018) malam.
Perayaan Kamis Putih tersebut bertemakan “Kasih Paling Agung, Pelayanan Paling Tulus”.

Perayaan ekaristi Kamis Putih adalah sebuah perayaan mengenang kembali perjamuan terakhir antara Yesus Kristus bersama para murid-Nya sesaat sebelum Yesus menyerahkan diri untuk disalibkan hingga pada akhirnya harus wafat di kayu Salib.

Perayaan Kamis Putih juga merupakan sebuah perayaan untuk mengenang perjamuan dimana Yesus memberikan dirinya dalam Tubuh dan darah Kristus pada para muridnya.

Dalam Khotbahnya, Mgr. Dominikus menjelaskan, Ekaristi dinamakan perjamuan kenangan dan cinta. Cinta sebagaimana kita manusia harus mengikuti teladan Yesus dalam hal penyerahan diri dan pelayanan. “Kristus Tuhan, Dia adalah Guru dan Tuhan”.

Dikatakan bahwa pemberian yang paling berharga bagi umat yang dikasihinya adalah dirinya sendiri.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Hostia Kudus dinamakan bekal dalam perjalanan hidup kita menuju keilahian.

“Kristus menjadikan hidup kita, melayani kita, dan hingga harus rela mengorbankan dirinya bagi kita,” ujar Mgr. Dominikus.

Bukti Cita yang kedua dalam perjamuan terakhir adalah pelayanan. Dikatakan, Kristus Tuhan kita menunjukan pelayanan itu bukan hanya dalam perjamuan terakhir. Pelayanan itu dinyatakan dalam seluruh hidupnya.

“Mulai dari dalam rumah tangga, Yesus melayani orang tuanya, mengajarkan orang tuanya untuk beriman kepada Tuhan, sampai pada bagaimana dia mengajar dan melayani hingga dia harus mengorbankan nyawanya demi menebus dosa umat manusia,” ujarnya.

Baca Juga :   Beras Sejahtera Bukan untuk Kepentingan Politik

Selain itu, dijelaskan bahwa pembasuhan kaki kepada para murid merupakan sebuah upacara pembersihan. Menurut Injil Yohanes, pembasuhan kaki artinya diikutsertakan dalam bagian Yesus. “Kristus yang adalah Tuhan telah memberikan teladan yang agung kepada kita”.

Mgr. Dominikus menuturkan kepada umatnya bahwa manusia harus bisa mengorbankan diri untuk sesamanya seperti yang telah dilakukan oleh Yesus.

“Kita juga harus mengorbankan diri kita seperti Yesus mengorbankan dirinya bagi kita,” ujarnya.

Diakhir khotbahnya Mgr. Dominikus meminta umatnya untuk selalu mengikuti perayaan ekaristi agar bisa mendapat kekuatan cinta yang baru.

“Marilah dengan membawa kekuatan cinta, kita selalu mengikuti ekaristi untuk mendapat kekuatan cinta yang baru,” ajaknya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top