RAGAM

Angkasa Pura dan Pengelola Akomodir Kepentingan Penghibah Lahan PLBN Motamasin

Pose bersama warga Alas Selatan dengan PLBN Motamasin.

BETUN, Kilastimor.com-Masyarakat Desa Alas Selatan melakukan pertemuan dengan pihak PT. Angkasa Pura dan pengelola PLBN Motamasin terkait hak-hak warga yang belum terpenuhi sesuai janji yang telah dijanjikan Pemerintah dan pengelolah PLBN Motamasin, pasca hibah tanah untuk mendirikan PLBN Motamasin yang belum terealisasikan. Pertemuan itu digelar, Senin (16/4/2018).

Untuk diketahui, selama ini yang dipersoalkan oleh masyarakat setempat terkait janji pemerintah dan pihak pengelola bahwa jika tanah dihibahkan, maka keluarga akan dipekerjakan di PLBN tersebut. Namun keyataan yang dialami oleh masyarakat tidak sesuai harapan yang di janjikan dan tidak terealisasi, malah mereka hanya jadi penonton.

Commercial dan Tecnik Director PT Angkasa Pura, Trikora Harjo ketika di konfirmasi usai melakukan pertemuan mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan masyarakat Desa Alas Selatan yang memiliki lahan dan dihibahkan secara gratis untuk mendirikan PLBN motamasin ini.

Dia mengatakan, ada beberapa tokoh masyarakat merasa tidak puas dengan kebijakan dimana keluarga pelaku hibah tidak mendapatkan pekerjaan di PLBN sesuai perjanjian.

“Jadi pertemuan hari ini kita sudah menemukan solusinya untuk segera di tindaklanjuti. Ini hanya terjadi missunderstanding antara kami Angkasa Pura dan BNPP dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebelumnya secara umum sudah diakomodir, tetapi ada beberapa masyarakat yang memiliki lahan itu tidak sempat diakomodir, sehingga hari ini dilakukan pertemuan untuk menyelesaikan persoalan ini.

Baca Juga :   Harganas, Pemda Malaka Targetkan 832 Akseptor

“Jadi solusinya dalam waktu dekat kami akan mengakomodir apa yang menjadi keinginan tokoh-tokoh masyarakat yang ada disini,” paparnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Alas, Egi Atok ketika dimintai keterangan mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut sudah ada titik terang, dimana sudah ada solusi yang diambil. Selain itu dari pihak Angkasa Pura sudah mengetahui keadaan secara riil dan mereka siap untuk mengakomodir kepengingan-kepentingan para pemilik lahan yang menghibahkan lahan kepada negara secara gratis.

Egi Atok menjelaskan, terjadinya pertemuan dengan pihak Angkasa Pura karena selama ini titik lemahnya yakni miskomunikasi antara pengelola PLBN Motamasin dengan Masyarakat setempat.(pisto bere)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top