RAGAM

BKKBN Hadir Tidak untuk Batasi Kelahiran, Melainkan untuk Rencanakan Hidup Lebih Baik

Kepala Perwakilan BKKBN NTT sedang memaparkan materinya.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi NTT, menggelar sejumlah kegiatan pada Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Provinsi NTT, yang dipusatkan di Kabupaten Belu.

Salah satunya kegiatan yang digelar, Senin (23/4) di Hotel Nusantara 2 yakni, Temu Kerja Dalam Pemantapan Promosi Konseling Kesehatan Reproduksi di Kampung KB dan Kegiatan Sosialisasi
Empat Terlalu di Kabupaten Belu.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru, Kadis Kesehatan Belu, Theresia Saik, Kadis Perlindungan Perempuan, Anak dan KB Belu, dr. Joice Manek, Sekretaris, Yani Bria, Camat Nanaet Duabesi, Mikael Bria, Lurah Tulamalae, Marthen Loe Mau dan sejumlah kepala desa juga ratusan PLKB.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) NTT, Marianus Mau Kuru, SE, MSi menuturkan, kehadiran BKKBN bukan untuk batasi kelahiran, namun BKKBN hadir agar setiapnkeluarga memiliki rencana dalam setiap segi kehidupan, agar kesejahteraan itu bisa tercapai.

“Kita hadir agar setiap orang meliki hidup yang terencana, matang dan sukses pada gilirannya. Jika hidup tidak terencana dengan baik, pastinya hidup susah yang akan datang,” bilangnya.

Dikemukakan, BKKBN memberi ruang kepada masyarakat untuk menrencanakan kehidupan dalam semua aspek. Bila penataan kehidupan keluarga, mulai dari pendidikan, kesehatan baik, maka kesejahteraan akan tercapai.

“Berkeluarga jangan dipaksakan dan harus ada rencana yang konprehensif. Hal ini akan membuat keluarga berhasil dalam hidup lebih baik dan cerdas.

Baca Juga :   Jalur Jalan Menuju Ibu Kota Kecamatan Botin Leobele Rusak Berat

Dia menuturkan, bangsa ini maju dan kuat, jika keluarga kuat juga pintar. Karena itu bukan saja tugas BKKBN tapi harus dibangun lintas sektor.

Dia berpesan agar semua orang boleh mempunyai anak, akan tetapi sesuai dengan kemampuan. Dengan demikian semua kebutuhan pangan, rumah dan pakaian tercukupi. Dengan begitu, asupan gizi akan terjamin. Sebaliknya tidak diukur dengan tenaga dan kemampuan, pastinya kehidupan keluarga akan berantakan.

Dia menjelaskan, BKKBN Empat Terlalu yang menjadi pedoman bagi keluarga, pertama, jangan hamil terlalu muda. Setiap perempuan normalnya hamil pada usia 21 tahun, dan tidak boleh dibawah itu. Kedua, telalu banyak hamil dan melahirkan. Ketiga, terlalu dekat hamil. Minimal perempuan hamil lagi setelah 3 tahun. Keempat, terlalu tua. Perempuan hamil sebaiknya tidak diatas 35 tahun. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan reproduksi.

Oleh karena itu, dia berpesan kepada seluruh PLKB di Belu, termasuk camat, lurah dan kepala desa untuk terus mensosialisasikan pentingnya KB kepada masyarakat. Pada giliranya, masyarakat akan memahami pentingnya ber-KB demi menekan angka kematian ibu dan anak, juga mencapai kesejahteraan itu sendiri.

Terkait Kampung KB, Marianus Mau Kuru menjelaskan, kampung KB merupakan lokus merencanakan hidup lebih baik dan Kampung KB biasanya berada di desa tertinggal.

Hal ini dilakukan agar BKKBN turut membangun desa dan masyarakat kian maju dalam pemikiran. Tidak saja BKKBN yang membangun di Kampung KB, juga akan diintervensi oleh lembaga lain. (ferdy talok)

Baca Juga :   Massa: Kembalikan Tanah Paroki Bolan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top