RAGAM

Mengherankan! Kambing warga Hilang Ditemukan di Rumah Dinas Polsek

Pemilik kambing laporkan kasus pencurian kambing di Polres Belu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sipri Manek, Warga Dusun Lonis, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu dibuat tercengang. bagaimana tidak? Dua ekor kambingnya yang hilang malah ditemukan di rumah dinas salah satu anggota Polsek Raimanuk. Hal ini diungkapkannya pada awak media saat mengadukan hal tersebut ke Polres Belu, Sabtu (07/04/2018).

“Saya heran saja. Kok kambing saya bisa dengan sendirinya ke rumah pak KG. Padahal jaraknya hampir tiga kilo,” tandasnya.

Sipri menceritakan, dua ekor kambingnya hilang sejak Kamis (22/3/2018) di dusun Lonis, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, kabupaten Belu.

Setelah kehilangan kambing tersebut, urai dia, dirinya bersama keluarga pergi mencari kambing itu dan dalam pencarian itu, mereka mendapati di kediaman anggota polisi, KG yang bertempat tinggal di Rumah Dinas Polsek Raimanuk, Selasa (27/3/2018).

“Setelah kami cari-cari, kami dapatnya di Rumah dinas pak KG di polsek Raimanuk,” katanya.

Dijelaskan, setelah mendapatkan kambing tersebut dirinya pergi melaporkan kepada Sekretaris Desa (sekdes) dan kepala dusun setempat.

Bersama sekdes dan kepala dusun serta beberapa warga, mereka langsung menuju ke rumah anggota polisi KG untuk mengklarifikasi dan mengambil kembali 2 ekor kambing yang berada di rumah dinas kepolisian sektor Raimanuk tersebut.

Saat ditanyai oleh mereka tentang keberadaan 2 ekor kambing milik Sipri di rumahnya, KG menjelaskan seekor kambing dibeli dari Andreas dan yang satu lagi datang dengan sendirinya.

Baca Juga :   Sekda Kota Kupang Hadiri Pelantikan Badan Pengurus Harian dan Muskercab DPC Partai Hanura

Dijelaskan, Andreas Berek yang merupakan tetangga pemilik kambing sebagai penjual salah seekor kambing.

Karena tidak puas dengan jawaban tersebut, maka mereka secara bersama melaporkan kepada petugas di kantor Polsek Raimanuk yang bersebelahan dengan rumah dinas polisi tersebut untuk diklarifikasi kebenaran akan kasus kambing yang hilang.

Sipri Manek menjelaskan hari pertama dipanggil ke polsek, KG tidak hadir dengan alasan sakit dan baru bisa diklarifikasi pada hari yang kedua. Setelah melaporkan masalah tersebut, terkesan pihak kepolisian tidak serius dalam menangani kasus itu.
Pihak kepolisian malah meminta warga yang melapor agar kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan tampa melalui proses hukum.

“Aneh juga, perintah kapolsek hanya untuk diurus secara keluarga,” ungkap pemilik kambing.

Sipri merasa tidak puas karena saat itu Andreas sebagai penjual kambing tidak diambil keterangan dan diklarifikasi oleh petugas polsek Raimanuk. Selain itu, dia tidak puas dengan KG yang memotong telinga kambing miliknya.

“Saya juga tidak puas terhadap penjual Andreas dan atas pemotongan telinga kambing yang hilang oleh anggota polisi KG”. Demikian tutur Sipri. “Maksud apa pak KG potong telinga kambing milik saya,” lanjutnya.

Atas ketidakpuasan keputusan Kapolsek tersebut, dirinya bersama keluarga datang mengadukan kasus kambing yang hilang ke Kepolisian Resor (Polres) Belu, Sabtu (7/4/2018).

Setelah melaporkan masalah tersebut, pihak polres pun melimpahkan masalah tersebut ke Polsek Raimanuk. (richi anyan)

Baca Juga :   BKKBN Hadir Tidak untuk Batasi Kelahiran, Melainkan untuk Rencanakan Hidup Lebih Baik
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top