EKONOMI

Petani Calon Penangkar Benih Jagung di Malaka Ikut Training

pelatihan petani penangkar bibit jagung.

BETUN, Kilastimor.com-Badan Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) Provinsi NTT dengan program Dukungan Inovasi Pertanian di Wilayah Perbatasan (DIP-WP) mengelar kegiatan Pelatihan Calon Petani Penangkar Jagung untuk 50 petani di dua (2) Desa yakni Laleten, Kecamatan Weliman dan Lorotolus, Kecamatan Wewiku.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di aula Dekenat Malaka, Kamis (19/4) itu dipandu dua peneliti BPTP Provinsi NTT, Evert Yulianus Hosang dan Ben De Rosari.

Kepada wartawan di sela-sela kegiatan, Evert Hosang mengemukakan kegiatan ini dilakukan karena kondisi sekarang, di Kabupaten Malaka belum ada Penangkar Jagung. Bahkan untuk mengembangkan program, benih jagung banyak didatangkan dari kabupaten lain.

“Makanya kita datang untuk mempersiapkan calon petani penangkar benih jagung dengan informasi, proses dan syarat-syarat serta tahapan yang dipenuhi dalam urusan penangkar ini,” jelas Evert.

Menurutnya, proses penangkar benih jagung ini pada saatnya akan diawasi oleh Badan Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB), sementara BPTP hanya membimbing bagaimana cara dan tekhnologinya menjadi petani penangkar benih jagung yang kompeten dan kredibel.

“Melalui kegiatan ini pula kita harapkan para petani ini menjadi pioner dalam urusan benih jagung. Setengah dari para petani yang hadir jika dalam prosesnya berhasil, saya yakin Kabupaten Malaka tidak akan kekurangan benih jagung lagi sesuai dengan luas lahan yang akan dijadikan penangkar,” jelas pria berambut perak ini.

Baca Juga :   Api Lahap Isi Gudang Milik Firdaus di Atambua

Melihat potensi sumber daya yang ada, Evert bahkan mengaku bahwa potensi Malaka itu sangat besar dan tidak main-main. Jika ada lagi sentuhan informasi dan tekhnologi yang memadai, dia meyakini bahwa kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste ini akan bwrsaing dengan daerah lain di luar Provinsi NTT.

Sementara itu, Ben De Rosari, Peneliti Madya BPTP Provinsi NTT pada kesempatan yang sama mengemukakan, pelatihan ini bukan hanya untuk 2 desa saja, tapi dalam perjalanannya akan ditambah lagi menjadi 5-7 desa, sehingga Kabupaten Malaka bisa menjadi Kabupaten Mandiri Benih.

“Kami sangat berbesar hati bahwa pada waktunya Malaka akan menjadi Kabupaten Mandiri Benih jika petaninya fokus bekerja dan menjadi penangkar yang baik sesuai proses, syarat dan penerapan tekhnologinya,” ungkap salah seorang Tim Pakar RPM ini.

Ben De Rosari juga berharap motivasi dari petani sendiri untuk berpikir dan mencari serta mendapatkan inovasi dan tekhnologi menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam suatu keberhasilan.

Sebagai informasi, lahan untuk penangkar jagung di desa Lorotolus sebesar 10 hektare dan di Desa Laleten seluas 5 hektare. Sementara jenis jagung yang akan dikembangkan dengan Metode Double Track adalah Jagung Komposit jenis Lamuru yang dikenal cukup luas dan diminati banyak orang. (*/ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top