EKONOMI

Puslitbang Hortikultura: Poktan di Malaka Responsif Terima Inovasi

Nirmala F. Devy

BETUN, Kilastimor.com-Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Kementerian Pertanian RI memuji keberadaan kelompok tani (Poktan) yang ada di Kabupaten Malaka.
Menurut tim tersebut, Poktan sangat respons, memiliki jiwa kerja sama dan membuka diri terhadap inovasi.

“Ini merupakan modal awal yang cukup bagus untuk mengembangkan pertanian yang menjadi fokus pemerintah di Kabupaten Malaka,” kata Nirmala F. Devy ketika ditemui di aula Dekenat Malaka dlm acara Pelatihan Calon Penangkar Jagung, Kamis (19/4).

Nirmala yang juga Peneliti Utama bidang Fisiologi itu menyebutkan, adanya Program Revolusi Pertanian (RPM) yang digalakkan Pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran, bisa membuat masyarakat berkelimpahan makanan, karena lahannya sangat menjanjikan.

“Lahan di Malaka ini sangat menjanjikan dan apabila dimanfaatkan dengan benar-benar di bidang pertanian, pasti hasilnya akan sangat maksimal dan masyarakat akan makmur,” ujarnya.

Sehubungan dengan penanaman bawang yang akan dilakukan Malaka, Jawal Anwarudin, seorang peneliti lainnya menjelaskan potensi bawang merah Malaka juga cukup bagus.

“Potensial itu karena pemerintah daerah memberikan perhatian yang cukup serius kepada masyarakatnya, dan pendampingan yang terus menerus dari komponen terkait,” katanya.

Dilanjutkan Peneliti Utama bidang Pemuliaan ini bahwa setiap hari manusia membutuhkan bawang untuk konsumsi. Kondisi iklim dan alam di Malaka sangat kondusif untuk ditanami bawang merah, sehingga jika masyarakat melalui kelompok tani fokus pada hortikultura ini, Malaka akan menjadi sentra produksi bawang merah di Pulau Timor bahkan ke Timor Leste.

Baca Juga :   Tukang Ojek di Belu Tolak Revisi UU Lalulintas

Ben De Rosari, seorang Pakar RPM ketika diminta komentarnya memberikan dukungannya, agar bawang merah menjadi primadona di Kabupaten Malaka. Pasalnya selama ini bawang merah didatangkan dari luar Malaka.

“Sesuai FGD yang kita lakukan, pada bulan Juli-September bawang merah didatangkan dari Rote, Semau dan daerah lainnya. Oleh karena itu, di Malaka harus ditanam di bulan Agustus-September sehingga pada bulan Desember dan Januari bisa dijual di Malaka,” jelas Peneliti Madya BPPT Provinsi NTT ini.

Sebagai informasi, varietas bawang merah yang bisa dikembangkan di Malaka adalah Locananta, Trisula, Bima Brebes dan Tuktuk. (*/ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top