RAGAM

Sosialisasi di FH Undana, Paul Liyanto Minta Mahasiswa Jaga Eksistensi Pancasila

Anggota DPD RI, Paul Liyanto pose bersama dosen dan mahasiswa FH Undana

KUPANG, Kilastimor.com-Anggota Dewan perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Abraham Paul Liyanto menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan, di Fakultas Hukum (FH) Universitas Nusa Cendana Kupang, Kamis (26/4).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Vikon Fakultas Hukum Undana.

Hadir pada kesempatan itu, Dekan Fakuktas Hukum Undana, Yahya Nome, SH, M.Hum, Pembantu Dekan III, Debi Fallo, SH. M.Hum, Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Dr. Pius Bere, SH. M.Hum serta sejumlah dosen dan pegawai Fakultas Hukum Undana.

Dekan Fakultas Hukum Undana, Yahya Nome, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Ir. Abraham Paul Liyanto selaku anggota DPD RI yang telah mengunjungi Fakultas Hukum Undana.

Dirinya menyampaikan kepada mahasiswa bawah kehadiran Paul Liyanto bukan kampanye politik di kampus, tetapi anggota DPD RI ingin membuka wawasan masyarakat, khususnya mahasiswa agar lebih memahami empat pilar kebangsaan.

Jhon Nome juga meminta mahasiswa agar berperan aktif dalam sosialisasi dan bisa menggali lebih dalam nilai-nilai dari Empat pilar kebangsaan.

Usai sambutan, dilakukan penyerahan buku secara simbolis oleh Ir. Abrham Paul Liyanto kepada mahasiswa dan dilanjutkan dengam pemaparan materi Empat pilar yang dipandu ketua Program Studi Ilmu Hukum, Dr. Pius Bere.

Diawal pemaparan materinya, Abraham Paul Liyanto mengajak mahasiswa untuk menyanyi lagu “Pancasila Rumah Kita”. Dia menjelaskan, DPD RI bukan pembantu DPR, tetapi memiliki tugas dan wewenang yang setara dengan DPR. Hanya saja, DPD tidak memiliki wewenang umtuk menyusun Undang-Undang. DPD hanya sebatas mengontrol dan DPD memiliki tanggungjawab mewakili daerah untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi daerah pada sidang di tingkat pusat.

Baca Juga :   RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Bertahan di Kelas C

Abraham juga mengajak mahasiswa untuk tetap menjaga eksistensi pancasila dalam bingkai NKRI, untuk melawan paham-paham radikalisme, yang menganggap pancasila hanya sebatas simbol.

Anggota DPD RI dua periode itu mengharapkan mahasiswa kritik dan kritis terhadap semua persoalan yang terjadi.

Oktovianus salah satu mahasiswa Fakultas Hukum dalam sesi tanya jawab memberikan masukan kepada DPD RI, agar bisa mengamandemen UUD 1945 dengan tujuan agar peran dan tugas DPD dan DPR bisa seimbang. Jika tidak, DPD bisa terancam bubar karena minimnya fungsi.

Dirinya juga mengharapkan agar sosialisasi empat pilar ini di masyarakat pada umumya jangan hanya untuk mahasiswa saja.

Menanggapi semua pertanyaan dan masukan Paul Liyanto mengemukakan dirinya akan berjuang untuk mensosialisasikan hal ini bagi masyarakat dan selama ini telah dilakukan. Untuk amandemen UUD tentunya akan diperjuangkan juga. (sani asa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top