EKONOMI

Pemda Malaka Komit Bimbing Petani jadi Modern

Stefanus Bria Seran

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka berkomitmen untuk membimbing para petani melalui tim Pakar RPM dan BPTP, agar bisa bertani secara profesional dan menerapkan teknologi pertanian modern.
Hal ini disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran disela acara Misa Syukur Panen hasil RPM di Paroki Wemasa-Kobalima, Minggu (27/5-2018).

Stefanus mengatakan untuk mendukung rencana diatas pemerintah bekerjasama dengan tim Pakar dari Undana Kupang  dan didukung BPTP Kupang.

“Kita harapkan tim pakar dapat memberikan penguatan kepada penyuluh pertanian agar mendampingi petani, menerapkan teknologi pertanian terkini baik metode penanamannya dan alat penunjang pertanian sehingga mereka menjadi petani modern dan profesional,” sebutnya.

Ketika ditanya tentang penerapan metode tanam double track, Bupati Malaka mengatakan sejak awal dirinya  mengatakan, kekayaan rakyat Malaka adalah tanah. Oleh karena itu tanah itu harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Tanam secara tradisional tentu tidak memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu petani perlu didampingi tim pakar agar bisa bertani secara modern memanfaatkan teknologi pertanian terkini.

“Kepada rakyat itu harus diberikan bukti. Kalau sudah diberikan bukti maka rakyat akan meniru dan menanam pada lahannya. Karena lahan pertanian itu adalah hidup mereka sehingga mereka tidak berspekulasi untuk menanam bagi  hidup mereka,” timpalnya.

“Kita harus paham tentang tahapan proses pembangunan. Proses pembangunan itu adalah pemenuhan kebutuhan, alih teknologi, alih pengetahuan dan alih pengetahuan dari generasi ke generasi. Tidak ada tanam hari ini, orang yang miskin langsung jadi kaya. Itu ilmu dari mana?,” tambahnya lagi.

Baca Juga :   Manek Folo dan Epy Nahak Pimpinan Sementara DPRD Belu

Disebutkan, kalau ada orang komentar miring dan omong besar tentang RPM, apakah selama ini ada pemerintah yang  buat kebun untuk rakyat?

“Hanya pemimpin yang mencintai rakyat dan pemimpin mengerti potensi rakyat yang bisa lakukan program seperti ini. Ada  pemerintah dimana yang  kerja kebun untuk rakyat? Kalau pemimpin yang pergi periksa kebun ya. Tetapi tidak ada kebun kog pergi periksa kebun rakyat? Kog periksa kebun tanpa investasi? Itu ilmunya penjajah dan ilmunya kolonial,” tandasnya.

Pemerintah sebutnya, harus optimalkan tanahnya rakyat dan kalau rakyat tidak bisa mengolah lahannya, maka pemerintah turun tangan untuk olah, termasuk sediakan bibit unggul, dan bila perlu tanam dengan mesin dan juga panen dengan mesin.

“Bagi rakyat tidak ada kata mahal. Bagi rakyat tidak ada kata tidak ada uang,” tegasnya.

Terkait peristiwa hari ini kata Bupati Malaka yang kerap disapa SBS, pihaknya senang karena petani mau bersyukur kepada Tuhan atas hasil panenannya.

“Syukur itu sudah menjadi tradisi kita. Saat pembelian traktor dan peralatan lainnya selama ini, kami selalu meminta berkat Tuhan melalui tangan pastor. Saya minta supaya kedepannya bibit sebelum ditanam perlu diberkati sehingga bisa memberikan hasil yang baik untuk rakyat kita,” pungkasnya. (pisto bere)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top