RAGAM

Pihak Kemendes, PDT dan Transmigrasi Presentasekan RTSP dan RTJ Kobalima Timur dan Laenmanen

Bambang Eko Prabowo

BETUN, Kilastimor.com-Tim Lapangan mengekspose Laporan Penyusunan Rencana Satuan Kawasan Pengembangan (RSKP) Kawasan Transmigrasi Kobalima Timur SKP A serta Redesain Penyusunan Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP) dan Rencana Teknis Jalan (RTJ) lokasi Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laen Manen Kabupaten Malaka, di Aula Kantor Bupati, Senin (21/5/2018).

Direktur P3 Trans Ahli Tanah, Kementerian Desa, PDP dan Transmigrasi, Bambang Eko Prabowo didampingi Direktur Penyedian Lahan dan Tanah (Kasubdit RSKP, Agus Suminardi mempresentasekan Rencana Satuan Kawasan Pengembangan (RSKP) dan Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP) pengembangan Kawasan Pemukiman Transmigarasi di Kobalima Timur sebagai daerah perbatasan.

“Kawasan Kobalima Timur itu sudah ditetapkan oleh Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, sebagai kawasan transmigrasi,” ungkap Bambang ketika dikonfirmasi usai kegiatan.

Bambang melanjutkan, tujuanya presentase tersebut agar bisa merencanakan satuan pemukiman transmigrasi yang akan kerjakan di tahun 2019 secara konprehensif.

“Dengan adanya penetapan, maka langkah selanjutnya adalah perencanaan perwujudan kawasan, perwujudan kawasan itu ada dua yaitu Rencana Satuan Kawasan Pengembangan (RSKP) dan Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP). Perencanaan ini sekarang yang kita kerjakan,” ujarnya.

Model Konsep Satuan Pemukiman yang akan dikerjakan tersebut, yakni pembukaan lahan baru untuk transmigrasi, sekaligus untuk pemugaran transmigrasi yang sudah ada.

“Lahan disediakan akan dikonsolidasi, sehingga nanti akan saling berintegrasi antara transmigrasi lama dan yang baru. Kemudian akan menjadi satu pemukiman (RSP). Ini adalah konsep pertama yang kita lakukan di Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga :   Pansus DPRD TTS Temukan Guru Honorer Bergaji Rp 106.000 Per Bulan

Ketika ditanya terkait titik mana saja yang akan dilakukan pengembangan transmigrasi, ia mengatakan akan dilakukan di kawasan Kobalima Timur. “Sekarang yang baru kita kembangkan itu namanya SKP A, yang terdiri dari beberapa SP, salah satunya adalah SP Pugar ini yang sekarang kita lagi kerjakan,” bilangnya.

Dia berharap pilot proyek ini berhasil, sehingga bisa diterapkan di Kabupaten lain.

“Kita sedang merancang peraturan bersama antara Kementerian Desa, PDP dan Transmigrasi dengan Kementerian ATR-BPN,” tuturnya. (pisto bere)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top