EKONOMI

Program RPM Buat Produksi Hasil Pertanian Meningkat

Stefanus Klau

BETUN, Kilastimor.com-Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat petani.
Hal ini terjadi karena proses pengelolaan lahan, pola tanam modern-lah yang membuat hasil produksi pertanian petani meningkat.

“Manfaat RPM begitu dirasakan oleh masyarakat, sebab hasil produksi meningkat baik jagung dan padi. Petani sejauh ini memanfaatkan teknologi pertanian, mendengarkan nasehat ahli pertanian RPM dalam Program RPM yang diusung Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS),” ungkap Stefanus Klau Warga Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah saat ditemui wartawan di kebun bawangnya, Senin (18/6/2018).

Dikatakan, soal tanam-menanam jagung dan padi sudah dilakukan dari zaman nenek moyang. Tetapi menanam jagung dan padi memanfaatkan teknologi pertanian, mendengarkan nasehat ahli pertanian RPM dalam Program RPM yang diusung Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran baru ada saat ini. “Saya dan keluarga serta beberapa warga Desa Bakiruk mempraktekkannya di kebun sendiri,” tutur Fanus.

Dirinya mengisahkan, berangkat dari polemik yang beredar di media sosial terkait program RPM ia bersama keluarga berupaya membuat terobosan untuk mengetahui bagaimana bisa membuat contoh kecil untuk rakyat desa Bakiruk dengan memanfaatkan potensi luas lahan yang dimiliki di belakang rumahnya.

“Musim tanam jagung pertama lalu, saya bersama keluarga dan beberapa petani disini menanam jagung dengan teknologi penanaman double track dan hasilnya dua kali lipat dari biasanya. Pada lahan seluas 75 are kami tanam jagung dan hasilnya 8 ton dan itu diluar pemikiran kami karena biasanya hanya bisa menghasilkan 3-4 ton saat panen setiap tahunnya,” sebutnya.

Baca Juga :   Kuasa Hukum CV. Sevany Tolak Saksi Ahli yang Diajukan Tergugat. Majelis Hakim PN Soe Tunda Sidang Pekan Depan

Setelah panen jagung bilang dia, pihaknya manfaatkan lahan yang sama untuk tanam bawang merah. Lahan diolah lagi, dan buat bedengan, diberi pupuk dasar lalu ditanam dan saat ini usia bawang baru 12 hari.

“Di kebun, kami gali sumur dan buat parit untuk memudahkan penyiraman bawang. Selain itu, agar air meresap ke bedeng sehingga proses penyiraman bisa merata,” tambahnya.

Fanus Klau menambahkan, apa yang dilakukannya saat ini adalah usaha sampingan. Karena tugas pokoknya sehari-hari sebagai ASN yang harus bekerja di Kantor Bupati Kabupaten Malaka.

“Bagi saya tugas pokok saya sebagai ASN harus bekerja sesuai aturan ASN dengan tugas tambahan sebagai Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Malaka,” bilang dia.

Ia melanjutkan, bagi orang lain mungkin mengatakan ini usaha main-main. Tetapi bagi dirinya ini bukan main-main karena hasilnya juga tidak main-main dan sangat mendukung penghasilan keluarga di rumah. Buktinya, dari hasil kerja tidak sampai tiga bulan kami sudah nikmati tanaman jagung 8 ton dan saat ini mulai dengan usaha penanaman bawang merah.

“Bupati Malaka, SBS, sering mengajarkan supaya seorang pejabat harus bisa menyatu dan memberikan contoh kepada rakyatnya, melalui perbuatan nyata di lapanga. Bukan dengan cara jago dan hebat di media sosial seperti yang kita lihat belakangan ini semakin marak,” terangnya.

“Kita himbau kepada mereka yang suka jago di media sosial tentang pertanian, agar pulang kampung olah tanah keluarga yang ditelantarkan bertahun-tahun sejak dulu, dan memberikan contoh tentang bagaimana bertani yang baik dan memberikan hasil untuk menghidupi keluarganya di Kampung. Jangan hanya pintar di media sosial tetapi tidak memberikan kontribusi bagi keluarga dibidang pertanian,” sergahnya lagi.

Baca Juga :   Kunjungi Rote, Bupati Malaka Ingin Tahu Pengelolaan Pariwisata

Pihaknya timpalnya, sangat optimis program RPM yang digalakkan pemerintah saat ini bermanfaat bagi petani, dan jadi sebuah gerakan maupun spirit untuk menanam. (pisto bere)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top