RAGAM

Aneh!!! Babi Berkepala Dua Buat Gegerkan Warga Kota Atambua

Inilah babi berkepala dua yang menghebohkan warga Atambua.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Babi berkepala dua di RT 13/ RW 05, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL mengegerkan warga Kota Atambua.
Babi milik Viktor Tuas (54) di sekitaran Kolam Tirta Atambua berkepala dua, bermata empat bertelinga dua, berkaki empat dan berbadan satu, dilahirkan induknya pada Kamis (19/7).

Pada ujung telinga kanannya sedikit terlipat. Sedangkan bagian samping kepalanya saling menempel satu dengan yang lainnya, tepat pada tepi matanya. Karena hampir saling menempel, kedua kelopak mata pada bagian tengah kepala babi tersebut berbentuk seperti bintang.

“Mulanya saya merasa biasa saja karena dia keluar dari induknya secara normal. Namun, ketika babi tersebut dibersihkan oleh anak saya, ternyata berkepala dua. Saya sempat tidak percaya, tapi ketika saya melihat hal itu, saya pun sempat merasa syok dan sedikit ketakutan. Sampai-sampai saya tidak berani meraba babi itu,” ujar istri Viktor, Anastasia Fetok (54) ketika ditemui media ini pada Jumat (20/7/2018).

Anastasia menuturkan, induk babi berkepala dua tersebut beranak 8 ekor anak babi. Babi berkepala dua itu di anak oleh induknya pada urutan yang ketiga.

Babi berkepala dua itu tidak mampu berdiri seperti saudaranya yang lain. Selain itu, babi berkepala dua tersebut tak mampu menetek pada induknya.

“Mungkin karena kepalanya yang terlalu berat, makanya dia tidak bisa berdiri. Babi itu juga tidak bisa menetek pada induknya. Karena itu, pagi harinya, saya langsung pergi membeli susu dan dot untuk memeberi mereka makan. Luar biasanya, walau berbadan satu, tapi kedua mulut babi tersebut mampu menetek dengan baik,” ujar viktor.

Baca Juga :   Pemda Malaka Apresiasi Perhatian Kementan untuk Malaka

Pada pagi harinya, informasi dari mulut ke mulut berhasil membuat penasaran warga sekitar untuk datang melihat babi berkepala dua tersebut.

Salah seorang warga yang memposting melalui akun facebooknya menuai tanda tanya dan cemooh dari nitizen. Karena penasaran, bahkan ada beberapa orang mahasiswa dari Kota Kupang rela datang dan melihat langsung kejadian tersebut.

Namun sayang, kehadiran babi siam di tak bertahan lama. Pada hari Jumat (20/7/2018 ) sekitar pada pukul 13.30 wita, akhir mati.
“Kasian… mungkin karena kami tidak tau merawat, makanya babi itu mati. Kami masih ingin merawat dan memelihara babi itu lebih lama lagi,” ujar Anastasia.
(richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top