EKONOMI

Petani Bawang Merah di Malaka Diminta Antisipasi Kekeringan

Heri Kotta

BETUN, Kilastimor.com-Ketua Tim Ahli RPM Kabupaten Malaka, Heri Kotta menilai tingkat pertumbuhan bawang merah dalam pemdampingannya selama ini terus mengalami peningkatan.

Heri Kotta mengatakan, sesuai pantauan tim pakar, tingkat pertumbuhan bawang merah yang dikembangkan saat ini sangat menggembirakan.

Program unggulan RPM usungan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran khususnya komoditi bawang merah berpeluang besar berhasil dalam panen perdana tahun ini.

“Rata-rata kondisi bawang merah saat ini dalam tahapan pengisian umbi sehingga petani direkomendasikan melakukan proses penyiraman secara teratur agar bisa memberikan hasil optimal,” jelas Heri Kotta kepada wartawan, Rabu (18/7/2018).

Ia mengatakan tim pakar sudah melakukan peninjauan di lapangan khususnya di Kecamatan Malaka Barat pasa 16-18 Juli lalu, untuk melihat dari dekat proses produksi bawang merah di daerah itu.

“Dari pengamatan tim pakar di kebun petani rata-rata pertumbuhan bawang merah di Desa Fafoe cukup bagus dan menggembirakan,” katanya.

Tim pakar sebutnya, tertegun melihat semangat juang seorang ibu petani di Fafoe yang memiliki semangat luar biasa, dalam mengelola lahan seluas 25 are. Pertumbuhannya luar biasa.

“Semoga tidak ada halangan Mama Maria akan panen 10 hari lagi dan kami prediksi mama ini akan menerima hasil di atas Rp 25 juta. Angka yang ada sudah dihitung-hitung untuk memperbaiki rumahnya,” urai Kotta.

Di tempat lainnya di Desa Fafoe, kata tim pakar itu, pihaknya bertemu salah satu kelompok petani bawang merah yang memiliki tanaman bawang yang tingkat pertumbuhannya luar biasa. Dan dijamin panen optimal.

Baca Juga :   2020, KemenPUPR Percantik Tiga Kawasan di Kota Kupang

“Kita juga menemukan hamparan bawang yang dibiarkan bungannya mekar dan banyak. Kita sudah minta kepada PPL dan petaninya agar segera memanen bunga untuk menghindari penciutan umbi karena tidak dipotong bunganya,” sebutnya.

Selanjutnya tim memonitoring petani bawang di Desa Oan Mane, Sikun dan Motaain. Hasilnya cukup mencengangkan.

“Kita ketemu poktan yang kompak yang luar biasa di Desa Oan Mane dan Motaain. Pada saat itu kita ketemu semua petani yang sedang bekerja bersama-sama. Termasuk juga ditemuin suasana ini di Desa Motaain.
Kita tertegun karena yang punya hamparan bawang merah. Ibu-ibu tua punya semangat menanam,” imbuhnya.

Walaupun dianggap baik pertumbuhan sampai saat ini, terang dia, tetapi pihaknya minta supaya petani jangan lalai karena mereka masih dihadapkan dengan ancaman kekeringan. Khusus Motaain sangat tergantung hujan.

“Umur tanaman saat ini sedang memasuki fase bunting yang sangat butuh air. Rekomendasi tim agar petani berusaha dengan cara mereka untuk punya air agar tanaman bisa memberikan hasil yang optimal,” tuntasnya. (pisto bere)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top