RAGAM

Rengka: Tradisi Literasi Jarang Dilakukan Pemimpin

Bedah buku 2 tahun kepemimpinan SBS-DA.

BETUN, Kilastimor.com-Pius Rengka, SH, M.Sc, menjadi pembicara tunggal pada acara bedah dan launching buku 2 Tahun SBS-DA Memimpin Malaka, di Aula Kantor Bupati Malaka, Senin (23/7/2018).

Pius Rengka ketika dikonfirmasi usai kegiatan bedah dan Launching buku SBD-DA mengatakan, dirinya mengapresiasi Bupati Malaka dan Wakil Bupati Malaka dan tim penulis buku 2 Tahu SBS-DA Memimpin Malaka.

Dia mengungkapkan, ini merupakan hal yang sangat luar biasa, karena tradisi literasi seperti ini jarang dilakukan oleh tokoh atau pemimpin lainnya.

Ia menjelaskan, terdapat 4 point terkait apa yang didikripsikan dalam buku tersebut.

Pertama, bahwa tradisi menulis cerita tentang perjalanan suatu kepemimpinan itu tradisi yang bagus, mengembangkan tradisi agar masyarakat bisa melihat dan menyimpan informasi itu kemudian menilai, apakah tokoh politik atau pemimpin itu dia membuat sesuatu untuk kepentingan rakyat. Itu suatu fungsi yang bagus dari segi tradisi penulis tahapan pembangunan dari setiap tokoh atau pemimpin, dan menjadi upaya literasi yang baik.

Kedua, apa yang ditulis didalam buku ini, dirinya melihat dan mendeskripsikan apa yang dibuat, bukan menganalisis, sama halnya dengan jurnalis dalam penulisan berita mendeskripsikan suatu peristiwa. Itu yang sebetulnya warta berita yang dibukukan. Jadi apa yang dituliskan tim penulis itu adalah deskripsi tentang pristiwa yang terjadi bukan menganalisis suatu peristiwa.

Ketiga, dilihat dari pada segi politik, ini adalah politik yang baik, dimana politik yang baik adalah politik yang mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan pada rakyat, biar rakyat yang menilai apa yang ditulis itu benar atau salah.

Baca Juga :   5.267 KTP Elektronik Dimusnahkan Disdukcapil Malaka

Keempat, dia melihat bahwa apa yang ditulis ini nampak ada koherensinya, dimana ada berbicara tentang pembangunan infrastruktur jalan, pertanian, bawang merah yang sudah di ekspor ke Timor Leste. Semua yang ada didiskripsikan itu sudah dilakukan.

Dirinya menyarankan, agar kedepannya masyarakat Malaka untuk bersama-sama mendukung Bupati Malaka dalam pembangunan kebaikan untuk semua orang, karena politik demokrasi pada puncaknya adalah kemakmuran bukan hanya pada proses.

“Saran saya kedepannya adalah,¬†dukung politik pembangunan. Dimana dukung keberpihakan kepada kebaikan untuk semua orang, karena politik demokrasi pada puncaknya adalah kemakmuran bukan hanya pada proses,” tuntas politisi Demokrat itu. (pisto bere)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top