EKONOMI

Ini Penyebab Poktan di Malaka Gandrungi Budi Daya Bawang Merah

Warga Desa Fahiluka dengan panenan bawang merah yang melimpah.

BETUN, Kilastimor.com-Kelompok tani (Poktan) di Malaka mulai menggandrungi budi daya bawang merah. Salah satunya poktan di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.

Menanam bawang merah menurut mereka sangat menguntungkan, karena komoditi bawang merah memberikan nilai ekonomi yang tinggi, dibanding komodoti pertanian lain.

“Komoditi kacang hijau, harga per hektar berkisar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Sementara panenan komoditi bawang merah per hektar bisa mendekati Rp 100 juta bahkan lebih,” bilang Anggota Poktan Sumber Rejeki, Jhon Nahak kepada wartawan di lokasi kebun bawangnya di Motaain-Kecamatan Malaka Barat, Rabu (1/8/2018).

Dikatakan, program RPM khususnya komodoti bawang merah, yang diusung Bupati Stefanus Bria Seran merupakan salah satu solusi bagi petani untuk meningkatkan pendapatannya.

“Biasanya setiap tahun kami menanam jagung dan kacang hijau, tetapi setelah program RPM diluncurkan Bupati Malaka, kami memilih menanam bawang merah karena nilai jualnya lebih baik dari komoditi pertanian lain,” sergahnya.

Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak saat dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya sudah melakukan pemantauan di lapangan terkait progres implementasi program RPM di masyarakat.

“Kemarin kita lakukan pantauan terkait penanaman bawang RPM di Desa Motaain. Ada dua kelompok tani yang menanam bawang merah yakni Kelompok tani Sumber Rejeki seluas 10 ha dan kelompok tani Sumber Malaka 10 ha,” terang dia.

Baca Juga :   Masyarakat Kota Kupang Diajak Tanam Pohon, Tanam Air dan Stop Buang Sampah Sembarangan

Dari pantauan pihaknya, kondisi pertumbuhan bawang sangat baik sesuai harapan. Bawang yang ditanam awal Juni 2018 dan siap panen. Masyarakat terlihat sangat antusias menanam bawang.

Ketika tanyai terkait kecenderungan warga Malaka menanam bawang merah dibanding komoditas lain, Kadis Yustinus mengatakan fenomena itu merupakan pertanda baik.

Yustinus berharap masyarakat semakin cerdas memilih komoditi pertanian untuk dikembangkan demi meningkatkan kesejahteraannya sesuai potensi alam yang dimiliki.

“Komoditi yang ditentukan tim pakar RPM dalam program unggulan pemerintahan Pemda Malaka sangat tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” timpalnya.

Tahun 2018 urai dia, poktan mengembangkan 305 hektar bawang dan diharapkan masyarakat tidak hanya berharap bantuan pemerintah saja, tetapi dapat juga berusaha secara swadaya. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top