RAGAM

Komisi I DPRD Belu Pantau Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Takirin di Lapangan. Kades: Kami sudah Transparan

Warga adukan Kades Takirin di DPRD Belu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belu, Marthen Nai Buti bersama tim turun memantau langsung dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Hal ini dilakukan untuk uji petik terhadap laporan warga Takirin kepada DPRD Belu. “Kita turun ke Takirin untuk kita lihat kondisi riil disana,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan oleh media ini sejumlah warga Desa Takirin melaporkan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Takirin ke Kejaksaan Negeri Atambua, Senin, (20/8/2018).
Usai melaporkan ke Kejaksaan, beberapa orang warga tersebut langsung menuju Gedung DPRD Kabupaten Belu guna melaporkan dugaan tersebut kepada para wakil rakyat.

Menurut Petrus Fahik Taek, salah seorang warga Desa Takirin, menuturkan bahwa si in ya sangat miris melihat kehidupan masyrakat di desanya. Banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang tak layak huni. Akan tetapi, mereka tidak pernah mendapat bantuan seperti rumah. Sedangkan kepala desa yang saat ini sudah memiliki tiga buah unit rumah pribadi masih saja mendapat bantuan rumah.

Tidak hanya itu, beberapa rumah kepala desa bak istana, namun keadaan kantor desa yang masih dalam keadaan rusak belum perbah diperbaiki. Selain itu, listrik yang digunakan di rumah kepala desa dan rumah bendahara desa diambil dari kantor desa dengan biaya dibebankan pada Dana Desa. Sedangkan masih ada beberapa warga yang rumahnya masih menggunakan pelita dan lampu sehen, tapi tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah desa. “Dimanakah Hati nuraninya kepala desa?”

Baca Juga :   Kasus DBD di Belu Pada Kondisi Endemis Tinggi. "Warga Diminta Waspada dan Jaga Kebersihan Lingkungan"

Laporan tersebut dirangkum dalam 18 item yang diduga sarat dengan penyelewengan. Laporan tersebut langsung diterima oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belu.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belu, Manek Junior, Marthen mempertanyakan kerja dari Inspektorat Kabupaten Belu. Menurutnya, bila ada banyak dugaan korupsi seperti yang diungkapkan warga, maka perlu dipertanyakan kinerja dari Inspektorat Belu.

“Kita lihat saja besok. Bila benar adanya sesuai dengan apa yang dikeluhkan warga, maka kita mempertanyakan kinerja dari Inspektorat,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Desa Takirin, Yoseph Fahik membantah tudingan terhadap dirinya. Menurut Fahik, apa yang dituduhkan kepada dirinya tidak benar lantaran dirinya sudah bekerja secara transparan.

“Kita sudah kerja secara transparan dan masyarakat sudah merasakan pembangunan di desa,” ujar Yoseph melalui sambungan telpon.

Kades mengatakan bisa saja mereka yang mengadu adalah oknum yang tidak terlibat dalam proses pemnangunan di desa atau selama ini mereka merantau di Luar.

“Coba saya mau tau nama mereka. Itu pasti oknum-oknum yang tidak ikut musdus atau selama ini mereka merantau dan baru pulang kampung,” ujar kades sambil ngotot untuk meminta nama-nama perwakilan masyarakat Takirin yang datangi Kejaksaan. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top