EKONOMI

Punya Nilai Ekonomis, Petani Malaka Diminta Tanam Pisang

Yustinus Nahak

BETUN, Kilastimor.com-Masyarakat Kabupaten Malaka diminta menanam pisang dengan memanfaatkan lahan tidur. Pasalnya, komoditi pisang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, mudah ditanam dan dirawat. Hingga tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Malaka melalui program RPM sudah melakukan penanaman pisang seluas 250 hektar yang tersebar di berbagai Kecamatan.

Demikian Kadis Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak kepada wartawan di Betun, Jumat (3/8/2018).

Kadis Yustinus mengatakan, sesuai pantauan di lapangan, animo menanam pisang cukup baik. Diluar program RPM, masyarakat sudah menanam sendiri secara swadaya seluas kurang lebih 200 hektar.

Dikatakan, tahun 2017 lalu pemerintah mengalokasikan anggaran untuk budidaya pisang melalui program RPM seluas 200 hektar dan tahun 2018 dalam program yang sama pemerintah alokasikan anggaran untuk Budidaya pisang seluas 50 ha di Kecamatan Wewiku dan Malaka Barat.

”Dalam budidaya pisang kita terapkan Agro Parcial artinya menyebar, tidak dalam satu hamparan (agro complex) ”

Saat ini petani sudah mulai menanam pisang secara swadaya paparnya, semangat ini harus terus dibangun untuk pengembangan budidaya pisang di Malaka kedepan
“Kita harapkan masyarakat menangkap peluang untuk menanam pisang secara swadaya memanfaatkan lahan tidur karena dari aspek budidaya dan perawatan tidak berbelit,” timpalnya.

Dari pantauan pihaknya, setiap minggu petani Malaka menjual hasil panenan pisang minimal dua truk di Kupang, belum termasuk ke Kota Atambua dan Kefamenanu.

Baca Juga :   Bupati Malaka: ASN Diminta Hidup Sederhana Guna Hindari Gratifikasi

“Harga pisang saat ini cukup bagus karena setiap tandannya petani bisa menjual borongan dengan harga Rp 30 ribu–Rp 50 ribu,” tutupnya. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top