RAGAM

Narkoba Senjata Ampuh Lemahkan Bangsa Indonesia

Kegiatan BNN Kabupaten Belu di Hotel Permata Atambua.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu mengadakan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba kepada kelompok masyarakat di aula Hotel Permata, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Kamis (25/10/2018).

Hadir sebagaai pembicara dalam kegiatan tersebut, Kaban BNN Kabupaten Belu, Ferdinandus Bone Lau, Kaban Kesbangpol Kabupaten Belu, Drs. Dominikus Mali, Kepala Seksi P2M BNKK Belu, Gregorius Kali Bau, S.ST. Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Tokoh Lintas Agama, Babinsa dan Bhabinpol se-Kabupaten Belu wilayah Kecamatan Kota Atambua, perwakilan lintas agama, dan tokoh pemuda.

Kegiatan asistensi pembangunan berwawasan anti narkoba kepada kelompok masyarakat ini dilaksanakan Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu Nomor KEP/45/X/2018/BNKK BELU tentang pembentukan panitia penyelenggaraan kegiatan asistensi penguatan Pembangunan berwawasan anti narkoba.

Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya peningkatan pengetahuan pemahaman sikap dan keterampilan teknis relawan anti narkoba. Kegiatan ini juga sekaligus membentuk relawan untuk upaya pencegahan dan pemberantasan Narkotika di Kabupaten Belu.

Dalam sambuatannya, Kepala BNN Kabupaten Belu, Ferdinandus Bone Lau menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan Bimtek komunikasi bersama semua instansi untuk melakukan koordinasi sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan nakoba di Kabupaten Belu.

Ferdinandus berharap agar hasil kegiatan ini dapat disosialisasikan di lingkungan masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika.

Baca Juga :   Luncurkan 2H2 Center, Bupati Malaka Ingin Tidak Ada Ibu Meninggal saat Melahirkan

“Kepada kita semua yang hadir dalam kegiatan ini, agar proaktif dalam melaksanakan kampanye atau sosialisasi kepada masyarakat. Dengan demikian, kita semua telah membantu menyadarkan mereka yang telah terbius dari narkoba untuk kembali pada jalan yang benar,” tandasnya.

Kaban Kesbangpol Kabupatn Beu, Dominikus Mali menjelaskan bahwa mengkampanyekan bahaya narkoba kepada masyarakat merupakan bagian dari tugas Kesbangpol yaitu deteksi dini dalam penceghan. “Narkobah adalah senjata yang ampuh dalam melemahkan sistem Pertahanan Bangsa Kita,” tegasnya.

Dijelaskan, Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami ancaman dari berbagai segi yaitu politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Namun, yang menjadi ancaman serius bangsa Indonesia saat ini adalah narkoba, korupsi, dan teroris.

Dalam membeberkan materinya, Kaban BNKK Kabupaten Belu, Ferdindus menuturkan bahwa sesuai dengan instruksi presiden, Indonesia sedang dalam masa bahaya Narkoba. Karena itu, sistem pengawasan perlu ditingkatkan.

Dijelaskan bahwa pada umumnya narkoba digunakan oleh anak-anak. Kerugian negara pun cukup tinggi dalam penanganan narkoba.

NTT menjadi salah satu provinsi yang masuk dalam peringkat Narkoba. Kabupaten Belu sebagai salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara lain menjadi salah satu titik masuk narkoba.

Karena itu, perlu adanya peningkatan pengawasan dari berbagai elemen. Lembaga vertikal instansi pemerintahan dan OPD sangat diharapkan untuk turut serta dalam upanya pencegahan dan pemberantasan Narkoba.

Baca Juga :   Diduga Sejumlah Proyek Tak Tuntas, Kades Teun Diadukan ke Bupati Belu

Pada sesi tanya jawab, salah seorang warga, Thomas menuturkan bahwa mereka selama ini telah melakukan kerja sama dengan Bea Cukai untuk memantau barang yang keluar dan masuk ke Wilayah Indonesia, khususnya Kabupaten Belu di PPLBN Mota’ain. Karena itu, dirinya berharap agar sosialisasi terkait bahaya narkoba perlu disampaikan di desa-desa dan kecamatan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Abubakar dari pihak pengadilan agama mengungkapkan bahwa modus yang dilakukan oleh para pengedar narkoba saat ini melalui pos dengan modus kirim salah alamat. Karena itu, dirinya meminta agar lebih diperketat lagi penjagaan di perbatasan.
“Kita harus membangun daya pantau dari diri kita dan lingkungan kita juga terkait penyebaran narkobah. Kita juga harus lebih mendekatkan diri kepada keluarga agar keluarga tidak terjerumus dan terhindar dari narkoba,” pintanya. (richi anyan)

Loading...
Loading...
To Top