EKONOMI

Cabe dan Sayuran Bakal Dikembangkan dalam RPM 2019

Yustinus Nahak

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Distan mengalokasikan anggaran untuk budidaya lombok atau cabe seluas 10 hektar. Cabe merupakan komoditi lain yang bakal dikembangkan melalui program RPM. Disamping itu, distan bersama tim ahli RPM Malaka sudah menambah komoditi baru dalam program RPM yakni lombok dan sayur-sayuran.
Kadis Tanaman Pangan-Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak kepada wartawan di Betun, Minggu (11/11/2018).

Yus Nahak mengatakan sesuai hasil evaluasi bersama Tim Pakar, maka ada penambahan komoditi baru dalam program RPM yakni Komoditi cabe dan sayur-sayuran untuk menjawab kebutuhan pasar.

“Tahun depan kita alokasikab anggaran untuk budidaya lombok seluas 10 ha. Tim teknis kita sementara mempersiapkan kelompoknya untuk merealisasi rencana diatas,” paparnya.

Sesuai pantauan tim di lapangan ujarnya, kebutuhan akan komoditi cabe setiap tahun tetap tinggi. Harga dipasaran lokal saja pada musim paceklik bisa mencapai Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per kilo. Pada saat musim normal, bisa mencapai harga Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu per kilo,” sebutnya.

“Kita di Malaka untuk penanaman cabe dan sayuran tidak terlalu kesulitan air karena tanaman ini tidak butuh banyak air sehingga memungkinkan petani untuk melakukan budidaya diluar musim,” tambahnya.

Untuk sayuran sebutnya juga sama. Kalau diamati setiap musim pasar selalu ada saja penjual sayur dari luar Malaka mensuplai sayur di Malakan Sehingga segmen pasar lokal ini tetap kita serap dengan melakukan budi daya sayuran.

Baca Juga :   KPU Belu Ajukan Kebutuhan Anggaran Pilkada Sebesar Rp 21 Miliar

“Cabe dan sayuran kita bisa masuk di Kabupaten tetangga seperti Belu, TTU dan Kota Kupang. Peluang ini harus ditangkap untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan percepatan kemakmuran rakyat,” pungkasnya. (edy sumantri)

Loading...
Loading...
To Top