RAGAM

Kapital Rakyat Malaka Adalah Tanah yang Subur

Bupati Malaka tinjau tanggul Sungai Benenain.

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran MPH, terus mengajak seluruh stakeholder untuk sama-sama fokus dalam bidang pertanian. Pasalnya, satu-satunya kapital yang dimiliki rakyat Malaka adalah tanah.

“Kapital tanah sebagai sandaran masyarakat dalam memperoleh sumber pendapatan ekonomi rumah tangga,” bilangnya.

Bupati yang disapa SBS itu melanjutkan, tanah di Malaka harus dioptimalkan dengan menanam berbagai tanaman produktif sebagai sumber pendapatan ekonomi masyarakat. Sebab di Malaka tidak punya pabrik.

Meski ada potensi laut, imbuhnya, namun kapal tangkap ikan belum dimiliki. Yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Malaka hanyalah tanah, sehingga tanah harus dioptimalkan.

Kedepan sambung Alumni Boston University itu, program RPM harus semakin diperluas, semakin dipertajam, semakin diperdalam sehingga kedepannya masyarakat Malaka layak sebagai petani profesional dan modern. Ketika pemerintah konsisten mengurus pertanian maka dalam kurun waktu 25 tahun, rakyat Malaka makmur dan sejahtera.

Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah terus menyediakan sarana dan prasarana pertanian untuk membantu masyarakat seperti traktor, alat panen padi, alat panen jagung, benih unggul dan pupuk. Pemerintah memacul tanah masyarakat secara gratis, memberikan benih gratis, termasuk pupuk dan obat-obatan.

Lanjut Bupati SBS, selain melaksanakan program RPM, pemerintah juga fokus dalam membangun infrastruktur seperti, jalan dan jembatan. Jalan perlu dibangun agar akses transportasi masyarakat menjadi lancar sehingga roda perekonomian juga bagus.

Baca Juga :   10 Paduan Suara Bersaing dalam Lomba Perarakan Besar Malaka

Disamping itu, ada pembangunan tanggul yang berkilo-kilo. Ini merupakan pola penanganan banjir yang dinilai cukup tepat dan hal itu sudah dirasakan oleh masyarakat yang sebelumnya menjadi korban banjir.

Pemda juga terus mengeruk endapan di kali seperti pasir agar kali tidak dangkal. Dengan demikian, saat musim hujan, banjir tidak meluap dari kali. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top