RAGAM

Pemerintah Desa Harus Anggarkan 10 Persen Dana Desa untuk Pelayanan Dasar Masyarakat

Pelatihan soal anggaran untuk kesehatan di desa.

BETUN, Kilastimor.com-UPKM/CD Bethesda YAKKUM wilayah Malaka menyelenggarakan kegiatan pelatihan Undang Undang Desa dan Penganggaran Desa untuk Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari terhitung, Selasa (20/11/2018) di Hotel Cinta Damai Betun, Kabupaten Malaka.

Pelatihan itu dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Malaka, Agustinus Nahak.

Area Manager UPKM/CD Bethesda YAKKUM, Heny Pesik mengatakan, pelatihan ini difasilitasi UPKM/CD Bethesda YAKKUM wilayah Malaka bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.

UPKM/CD Bethesda YAKKUM sudah menjalankan program 31 desa di wilayah Kabupaten Sumba Timur, Alor dan Malaka yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya dalam mengatasi masalah kesehatannya sendiri.

Tujuan kegiatan ini adalah peserta memahami desa dalam Kebijakan Negara berdasarkan Undang-Undang Desa dan Peraturan Pelaksananya (Permendagri No 111, 112, 113 dan 114 tahun 2014 serta Permendagri No 20 tahun 2018).

Peserta memahami sumber-sumber pendapatan desa dan pemanfaatannya berdasarkan UU Desa dan Peraturan Pelaksananya (Permendagri No 111, 112, 113 dan 114 tahun 2014 serta Permendagri No 20 tahun 2018).

Kemudian, peserta memahami pengelolaan keuangan desa berdasarkan Undang-Undang Desa dan Peraturan Pelaksananya (Permendagri No 111, 112, 113 dan 114 tahun 2014 serta Permendagri No 20 tahun 2018), peserta memahami dan memiliki keterampilan teknis penyusunan Perencanaan Program Kesehatan dalam RKPDes dan peserta memahami dan memiliki keterampilan Strategi dan Mekanisme Pembentukan BUMDes.

Baca Juga :   Golkar Tuntaskan Survey Bakal Calon

Melalui pelatihan ini diharapkan pemerintah desa, lembaga-lembaga di desa dan peserta dari perwakilan masyarakat lainnya memiliki pemahaman, komitmen dan ketrampilan untuk menyusun perencanaan pembangunan Desa dalam konsep Desa Membangun.

Konsep desa membangun tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata namun juga merencanakan secara serius pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

Menurut Heny, fasilitator kegiatan ini adalah Widyohari, dosen STPMD APMD Yogyakarta, dari Dinas PMD Provinsi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Malaka, Bappeda Malaka, Dinas kesehatan Kabupaten Malaka dan Tenaga Ahli Pendamping Desa (P3MD) Kabupaten Malaka

Peserta kegiatan dari dua kecamatan Nalaka Barat dan weliman yang berjumlah 100 orang dari unsur kepala desa, sekretaris desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa, tim kesehatan desa (TKD), tim SALT, LPM, perwakilan puskesmas, perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten, Bappeda, Dinas PMD Kabupaten, 
perwakilan kecamatan, pendamping lokal dan pendamping desa pemberdayaan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Malaka, Agustinus Nahak ketika dijumpai mengatakan, salah satu indikator masyarakat sejahtera adalah kesehatan.

Untuk itu, porsi dana desa untuk mengurus pelayanan sosial dasar termasuk kesehatan sebesar 10 persen dari jumlah dana desa.

Agustinus mengharapkan kepada peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius agar bisa memahami secara baik materi yang disampaikan.

Ketika kembali ke desa, peserta bisa menjadi motivator masyarakat dalam membangun desanya, khususnya di bidang kesehatan.

Baca Juga :   SN: Sekolah di Malaka Tidak Boleh Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Menurut Agustinus, hambatan dalam hidup selalu ada tetapi sebagai manusia yang masih hidup harus berusaha untuk mencari jalan keluar. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top