EKONOMI

Pola Tanam Double Track Naikan Produksi Jagung

Tim Pakar RPM sedang memberi contoh pola tanam jagung.

BETUN, Kilastimor.com-Tim Pakar (Revolusi Pertanian Malaka (RPM) terus melakukan sosialisasi tanam jagung double track untuk musim tanam (MT) I, 2018/2019.
Sosialisasi hari kedua tersebut digelar di empat desa Builaran, Kapitan Meo, Tniumanu dan Fatoin, Selasa (13/11/2018).

Kelompok tani menerima sosialisasi, merespon positif RPM yang telah berjalan.

“Kami musim lalu sudah tanam jagung pakai baris, dan hasilnya sangat banyak. Saya sendiri punya 1 ha dan dapat jagung 9 ton. Kami makan dan jual. Setelah itu kami tanam bawang merah lagi. Kami masih tahan karena harga masih rendah, dibawah Rp 10.000/kg. Kami simpan dan akan jual akhir tahun ini. Terima kasih pak Bupati Malaka,” bilang Domi Seran, ketua Kelompok Tani, Troi Harekain, Desa Builaran.

Andreas Halek Surik, koordinator PPL Kecamatan Sasitamean mengungkapkan, pendampingan oleh PPL harus terus ditingkatkan. Musim lalu petani Desa Builaran telah membuktikan jagung berproduksi baik dengan tata tanam double track. Ini harus dijaga. Hal lain adalah pemasaran yaitu harga jagung waktu lalu hanya Rp 2500/kg. Mudah-mudahan berikut harga akan lebih baik.

“Masyarakat memiliki semangat dan saling dengar karena mereka berkeluarga, ini menjadi kekuatan dan mereka untuk menerapkan inovasi ini. Pemasaran menjadi kunci masyarakat bersemangat untuk bekerja,” lanjut Andreas.

Di Desa Tniumanu dan Kapitan Meo, Ketua kelompok Simon Ulu, dan di desa Fatoin diwakili Kepala Desa Nursasius Un Naifio memberikan testimoni keberhasilan tanam jagung double track dari hasilnya yang sebelumnya hanya 2 ton, naik menjadi 5-7 ton per ha.

Baca Juga :   Peserta Lomba Lari Gala Desa di Tetaf, TTS, Minim

“Hari ini banyak sekali petani yang datang ikut sosialisasi, karena mereka ingin mendengar langsung dari tim pakar RPM akan keberhasilan yang telah kami rasakan,” sebut Simon Ulu mewakili petani dalam sosialisasi di kantor Desa Kapitan Meo.

Selain menyampaikan materi tentang Program RPM, selanjutnya disosialisasi tata tanam jagung double track, dengan jarak tanam tertentu, jumlah biji per lubang 1-2 biji, serta keunggulan tata tanam ini.

Agar lebih diingat petani tentang jarak tanam, maka dilafalkan dalam bahasa Tetun, yaitu “Tanam Jagung Double Track: rua nulu, hat nulu, hat nulu, meter Ida” (20×40 cm) atau (40×100 cm). (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top