EKONOMI

Traktor Rusak, Pengolahan Lahan Petani di Wederok Belum Capai Target

Petani Wederok praktekan pola tanam double track.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sebulan sudah tiga traktor yang digunakan mengolah lahan warga Desa Wekmurak, tidak beroperasi. Hal ini terjadi karena alasab memperbaiki alat yang rusak. Hingga kini tiga traktor itu belum juga kembali untuk peroperasi.
Demikian Sekretaris Desa Wekmurak, Patrisius Bria kepada Tim pakar RPM pada saat sosialisasi pola tanam jagung double track di Desa Wekmurak, Kamis (15/11/2018).

Disebutkan, target olah lahan pertanian di Desa Wekmurak seluas 66 ha. Akan tetapi baru diolah 14,81 ha. “Kami harap operator segera ke desa kami agar sebelum hujan datang lahan kami sudah selesai dibalik,” ujar Patrisius.

Masih menurutnya, Desa Wekmurak merupakan salah satu desa sentra produksi jagung. Dengan mengolah semua lahan, maka jumlah produksi jagung untuk Kabupaten Malaka akan meningkat.
“Benih jagung untuk musim tanam ini sudah ada di kelompok tani. Apabila hujan tiba dan lahan sudah disiapkan para petani siap menanam dan merawat tanaman jagung dengan baik.

“Kami akan terapkan pola tanam jagung sesuai sosialisasi yang kami terima hari ini. Kali lalu kami sudah tanam baris tapi jaraknya masih salah yaitu satu meter dan jumlah biji per lubang juga masih 4-5. Sekarang kami sudah tahu dan petani akan menerapkannya,” lanjut Patrisius.

Sosialisasi tata tanam jagung double track oleh Tim Pakar RPM yaitu Dr. Ben de Rosari dan Ir. Jhon Aleks Dopo dihadiri koordinator PPL Kecamatan Rinhat, para penyuluh sekecamatan Rinhat, utusan 6 kelompok tani di Desa Oekmurak, penjabat Kepala Desa Wekmurak, Sekdes Wekmurak, dan tokoh masyarakat Desa Wekmurak.

Baca Juga :   Tiga Kandidat Bupati Malaka Terdaftar di Golkar. "Kader Wajib Menangkan Calon yang Diusung di Pilkada 2020"

Sosialisasi langsung di lahan petani, sehingga petani langsung mempraktekkan cara tanam jagung double track.

Dalam sosialisasi tersebut juga oleh tim pakar disinggung bagaimana mengusahakan usaha tani jagung dalam skala cukup besar untuk bisa memperoleh sapi dari hasil jagung. Konsep yang dikenal dengan nama Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Petani sangat bersemangat mendengar konsep tersebut dan tertarik untuk bisa menerapkannya. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top