RAGAM

Wali Kota Imbau Warga Taati Perda Nomor 3 dan 4 Tahun 2011 Tentang Sampah

Jefri Riwu Kore

KUPANG, Kilastimor.com-Wali Kota Kupang, Dr. Jefirston R. Riwu Kore, MM,MH kepada media ini Rabu, 14/11/18, menegaskan kepada semua masyarakat Kota Kupang untuk membuang sampah pada tempatnya.
Hal tersebut perlu agar Kota Kupang tidak dipenuhi dengan sampah, dan mencega bau tak sedap yang dihasilkan sampah.

Dikemukakan, Kota Kupang saat ini sangat kotor, sehingga setelah hujan banyak sampah yang berserakan di setiap bahu jalan. Masyarakat harus membuang sampah ditempat yang sudah disediakan.

Ketua DPD Partai Demokrat NTT itu mengemukakan, sudah ada Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang penyelenggaraan penanganab sampah rumah tangga dan sampah sejenisnya. Tetapi masyarakat tidak peduli dengan perda tersebut. “Maka saya tegaskan lagi agar masyarakat bisa tahu dan membuang samapah pada tempatnya,” ungkap Jefri Riwu Kore sapaan karibnya.

Saat ini juga tambah wali kota, Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Gubernur NTT sudah menegaskan agar membuang sampah pada tempatnya terutama sampah dalam bentuk botol aqua.
Untuk menindaklajuti hal tersebut, pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin demi mendukung program yang sudah dicanangkan oleh Gubernur NTT.

Sebagai pimpinan wilayah Kota Kupang lanjutnya, dirinya mendukung penuh program gubernur yang berkaitan dengan minum air pada botol yang sudah disediakan, agar tidak membuang botol aqua disembarang tempat.

“Ini menunjukan kepedulian terhadap lingkungan agar lingkungan tetap bersih dan tidak bau busuk, karena Kota Kupang saat ini banyak pengunjung dari luar negeri. Dengan begitu para pengunjung dari luar tidak menilai kota sebagai kota yang kotor,” tambah Jefri.

Baca Juga :   Benih Jagung Asli Malaka Miliki Daya Adaptasi Tinggi

Peraturan Daerah Kota Kupang No 3 tahun 2011 juga menegaskan agar kita membuang sampah pada tempatnya. Pada bab III yakni ada tugas dan wewenang pemerintah daerah, akan tetapi kita harus bekerjasama sehingga kota kita ini menjadi kota yang bersih dan damai.

Pada bab V Perda Nomor 4 tahun 2011 tentang penyelenggaraan pengurangan sampah, khususnya pada pasal 9 mengemukakan penyelenggaraan pengurangan sampah merupakan rangkaian kegiatan sebelum penyelenggaraan sampah dalam lingkup pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Pada pasal 11 pembatas timbulnya sampah menegaskan agar masyarkat wajib menggunakan produk dan atau kemasan yang sedikit mungkin menimbulkan sampah dan ramah lingkungan hidup. “Maka saya mengharapkan agar masyarakat bisa menggunakan produk yang tidak menimbulkan sampah, sehingga kita sama-sama mencegah terjadinya sampah berserakan dimana-mana,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya sudah bekerjasama dengan berbagai elemen untuk mencegah terjadinya pembuangan sampah disembarang tempat. Sehingga kota ini tetap bersih dan disenangi banyak orang. (sani asa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top