RAGAM

Lima Desa di Kecamatan Botin Leobele Masih Kekurangan Air

Bernardus Bria

BETUN, Kilastimor.com-Warga lima desa di Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka hingga kini masih kesulitan air bersih. Kelima desa itu masing-masingdesa Takarai, Babotin Selatan, Kereana, Botin Maemina dan Babotin.
Untuk kebutuhan minum dan mandi warga harus mengambil dari kali menggunakan jerigen.
Solusi jangka pendek, Pemda Malaka melalui dinas teknis menyiapkan mobil tengki air untuk melayani kebutuhan masyarakat setempat.
Hal itu disampaikan Camat Botin Leobele, Bernardus Bria kepada wartawan di Betun, Minggu (2/12/2018).

Dikatakan, Kecamatan Botin Leobele masih sangat butuh air bersih untuk konsumsi warga. Ketersediaan air bersih masih sangat terbatas. Pada musim panas warga masih ambil air untuk minum dan mandi dari air kali.

“Kita butuh mobil tengki air untuk angkut air bersih guna pemenuhan air bersih bagi warga.
Kita sudah usulkan untuk pengadaan mobil tangki kepada pemerintah agar bisa layani kebutuhan warga,” ujarnya.

Di Desa Kereana dari 14 dusun disana baru lima desa yang dilayani air bersih melalui program Pamsimas. “Sumber mata airnya sangat terbatas, sehingga sangat sulit untuk pipanisasi. Kalau toh ada debitnya sangat kecil,” ungkapnya.

Di Babotin Selatan lanjutnya, sudah ada bak penampung air tetapi debit airnya kecil sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Solusi jangka pendek kita butuh truk tengki air untuk layani masyarakat.

“Di Babotin dan Botin Maemina juga sama. Masih ada kesulitan air bersih. Kita harapkan dalam tahun 2019 bisa ada pengadaan air bersih bagi warga menggunakan mobil tengki yang disediakan pemerintah untuk atasi kebutuhan air bersih,” katanya.

Baca Juga :   Lantik Lima Pejabat Eselon II, Wali Kota Kupang Minta Jangan Diinterprestasi dari Sudut Negatif

Dalam program jangka menengah dan panjang, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah melalui dinas teknis melakukan kajian di lapangan terkait rencana pengembangan perpipaan yang disesuaikan debit air yang ada.

“Selanjutnya dinas teknis perlu melakukan survey di lapangan untuk melihat potensi sumber mata air untuk kepentingan pipanisasi dan kemungkinan pengeboran sumur bagi warga,” tuntas dia. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top