RAGAM

Pelayanan Air Bersih di Malaka Timur Sangat Membantu Masyarakat

Kristina Hadiani Ngadji

BETUN, Kilastimor.com-Program air bersih yang dicanangkan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran sangat membantu masyrakat. Masyarakat yang dulunya kesulitan mendapatkan air bersih secara turun temurun, saat ini sudah mulai terbantu melalui program air bersih usungan Bupati SBS.

“Kita harapkan dalam tahun-tahun mendatang program seperti ini tetap digelar karena sangat membantu rakyat yang membutuhkan air bersih,” ungkap disampaikan Camat Malaka Timur, Kristina H. Ngadji, SE kepada Wartawan di ruang kerjanya, Senin (3/12/2018).

Dikatakan, lima dari enam desa di Kecamatan Malaka Timur dalam tahun 2018 mendapatkan pelayanan dan bisa menikmati air bersih bantuan Pemda Malaka. Desa yang mendapatkan pelayanan itu masing-masing Desa Sanleo, Dirma, Raiulun, Wemeda dan Kusa.

“Dalam evaluasi kami pelayanan air bersih bagi rakyat sudah optimal sesuai ketersediaan sarana angkutan air yang ada. Di tahun 2019 kita sudah minta kepada desa agar bisa menyiapkan bak penampung air di berbagai dusun agar rakyat lebih mudah mengakses air bersih dan pelayanan air bersih lebih optimal,” ujarnya.

Di Desa Sanleo ada empat dusun yang kesulitan air bersih dan telah dilayani yakni Dusun Abanat, Tudus, Mamakun Kiik dan Mamakun Bot. Desa Raiulun di Dusun Naekto, Tetedoen, Foho Kiik dan Aibanu Hun.

“Desa Kusa kita layani di dusun Taisuni, Fatubaha, Tuaninu, dan dusun Oabesi. Desa Dirma di Dusun Wehae Morin, Talilulik, Tua Oan, Kakiba A dan Dusun Kakiba B,” tuturnya.

Baca Juga :   Masuk Zona Hijau, BNPB Perbolehkan 14 Kabupaten di NTT Jalankan Aktivitas Normal

Untuk Desa Wemeda dilayani semua dusun. Khususnya Desa Wemeda pihaknya sudah koordinasikan dengan kepala desa agar tahun 2019 disediakan bak penampung disetiap dusun, agar masyrakat mudah mengakses air bersih.

Selain pelayanan bagi warga lima desa tersebut, pihaknya juga memberikan pelayanan air bersih lintas kecamatan terutama melayani permintaan untuk hajatan sosial seperti kebutuhan air untuk hajatan kematian, rumah adat dan perkawinan misalnya Kecamataan Laenmanen terkhusua Desa Boni Bais dan Nauke Kusa, Kecamatan Kobalima di Desa Babulu dan Babulu Selatan dan Kecamatan Botin Leobele di Desa Kereana. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top