RAGAM

Mau Kuru: Pemda Perlu Beri Dukungan untuk Program KB

KUPANG, Kilastimor.com-Masalah kependudukan hangat diperbincangkan belakangan ini dan merisaukan masyarakat dunia dan NTT pada khususnya. Atas kondisi itu, BKKBN Perwakilan Provinsi NTT terus mensosialisasikan masalah kependudukan kepada masyarakat. Pasalnya, angka kematian ibu dan anak meningkat. “Banyak ibu yang melahirkan dibawa umur 21 tahun, dan melahirkan dalam kondisi yang tua yaitu diatas 35 tahun. Ini merupakan masalah kependudukan yang perlu diatasi,” bilang Kepala BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru,SE,MPH di Hotel Ima Kupang, Kamis (20/12/18).

Kependudukan merupakan hal ikwal yang berkaitan dengan jumlah, struktur, pertumbuhan, persebaran, mobilitas, penyebaran, kualitas dan kondisi kesejateraan yang menyangkut politik, ekonomi, sosial budaya, agama serta lingkungan pendududuk setempat.

Marianus juga menyampaikan, penduduk yang besar itu merupakan kualitas dalam kehidupan, akan tetapi harus melalui berbagai macam tantangan, sama seperti hidup dalam keluarga. Menurutnya keluarga yang ideal adalah bapak sehat, cerdas, ganteng, ibu sehat, cerdas, cantik,;anak sehat, cerdas, ganteng dan cantik,” ungkapnya.

Lanjut Marianus, keluarga berencana (KB) merupakan keluarga yang memiliki perencanaan kehidupan yang matang dan komprehensif, menyangkut semua aspek mulau dari rencana berkeluarga, ekonomi, kesehatan, pendidikan, masa depan keluarga dan anak-anak untuk mewujudkan keluarga kecil sehat,cerdas, berketahanan, bahagia dan sejatera.

Dilanjutkan, dia juga menekankan kepada masyarakat terutama kepada kaum remaja agar menikah harus sesuai dengan usia secara nasional yang sudah ditetapkan oleh aturan, sehingga perempuan dan laki-laki bisa hidup sehat, cerdas, harmonis dan mampu bertanggungjawab dalam keluarga.

Baca Juga :   640 Personil Polisi, TNI dan Pemda Jaga Ketat Perayaan Natal di Belu dan Malaka

Program KKBPK kedepan harus dimasukan dalam RPJMD dengan tujuan agar perencanaan pembangunan daerah berwawasan kependudukan. Karena penduduk sebagai tujuan dari semua sektor. Ada juga maafaat dimasukan KKBPK kedalam RPJMD yakni bagi pemerintah daerah/pusat agar terjadinya keseimbangan antara kemajuan pembangunan dan pertumbuhan penduduk dalam rangka meningkatkan kesejateraan masyarakt, mewujudkan penduduk yang berkualitas, dan mengurangi dampak pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.

Bagi masyarakat dan bagi negara dan gereja memiliki penduduk umat yang berkualitas, PTS, bonus demografi, IMP terwujud.

Marianus juga menekan kepada ibu-ibu agar jarak kelahiran anak tidak boleh terlalu dekat karena ketika seorang ibu melahirkan itu mengeluarkan darah yang banyak, sehingga membutukan waktu minimal tiga tahun untuk memulihkan. “Jarak jangan dekat agar suami istri bisa memperhatikan tumbuh kembang anak dengan baik, dan istri juga bisa membantu suami untuk bekerja sehingga menghasilkan bonus demografi, karena perempuan memiliki potensi dan prestasi yang luar biasa,” tandasnya.

Marianus berharap agar ada dukungan terhadap program KB oleh pemerintah melalui APBD, agar tercapai konsep yamg sudah di tuangkan dalam undang-undang Nomor 23 tahun 2014, karena program KB merupakan program wajib yang dilaksanakan. Perhatian terhadap program ini akunya, sudah menurun dan ini harus diperhatikan lagi. (sani asa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top