RAGAM

Wagub: Pertumbuhan Penduduk Harus Dikendalikan

KUPANG, Kilastimor.com-Program Keluarga Berencana merupakan kebijakan strategis untuk mengendalikan jumlah penduduk. Program KB telah menurunkan tingkat kelahirannya (TFR) dari 5,6 1970 menjadi 2,4 secara nasional pada tahun 2017 (SDKI 2017).
Setiap perempuan selama masa reproduksinya, dan dalam jangka panjang telah mengubah komposisi dan struktur umur penduduk dan memungkinkan bangsa Indonesia mengalami bonus demografi termasuk Provinsi NTT, karena tingginya fertilitas atau TFR berada pada 3,4 (SDKI 2017).

Berpijak pada kondisi kependudukan yang demikian sambil memperhatikan kebijakan pembangunan dan tekat pemerintah daerah Provinsi NTT yaitu NTT bangkit dan sejaterah, maka dalam memperingati hari AIDS sedunia 1 desember 2018 dan menyongsong Hari Ibu 22 Desember 2018 dan HUT ke-60 Provinsi NTT, Pemprov NTT bersama perwakilan BKKBN NTT menggelar seminar nasional Sabtu (16/12/2018) di Aston Hotel, dengan Thema: Pembangunan kependudukan sebagai hulu pembangunan semua sektor dalam percepatan pencapaian bonus demografi di NTT menuju NTT bangkit dan sejahtera.

Ada pun sub tema dari kegiatan tersebut yakni: HUT ke-60 NTT momentum refleksi hubungan pembangunan kependudukan dan kesejateraan masyarakat NTT.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertumbuhan penduduk dan dampaknya menjadi perhatian dunia internasional.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam peringatan hari kependudukan yang tidak terkendali yang harus menjadi perhatian dunia. Pasalnya ada tujuh masalah yang muncul. Pertama, kemiskinan dan ketidaksetaraan, perempuan dan remaja putri, orang muda, kesehatan dan hak reproduksi, kelestarian lingkungan, penduduk lansia, dan yang terakir peningkatan perkotaan.

Baca Juga :   Tiga Petinju Belu Ikut Seleksi Nasional Pelatnas Sea Games XXXI

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top