RAGAM

Bupati Malaka dan Kemen PUPR Bahas Penanggulangan Bencana Banjir Benenain

Bupati Malaka pose bersama pejabat Kemen PUPR.

JAKARTA, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran didampingi Sekda Malaka, Donatus Bere dan Staf Ahli Bupati Malaka, Maria Theresia Un Manek, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Yohanes Nahak dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, Yohanes Bernando Seran, bertemu Sekretaris Direktorat Jendral Muhammad Arsyadi dan Direktur Pengembangan Sumber Daya Air Edi Juhaisah di Kantor Ditjen Sumber Daya Air, Senin (18/2)

Pertemuan itu untuk membahas agenda penting yang berkaitan dengan penanggulangan banjir Sungai Benenain, melalui penguatan tebing dan normalisasi sungai.
“Hari ini kita bertemu dengan pejabat penting di Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Republik Indonesia dengan membawa agenda utama yakni penanggulangan banjir Sungai Benenain, penguatan tebing dan normalisasi sungai. Agenda itu sudah diterima dan dibahas bersama dan kita mendapat sambutan yang positif,” kata Bupati Stefanus Bria Seran usai pertemuan tersebut.

Menurut Bupati Perdana Malaka ini, Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati SBS dan Wakil Bupati DA (alm) telah membuat catatan sejarah bahwa selama hampir 3 tahun, masyarakat Malaka tidak mengalami bencana banjir seperti tahun-tahun sebelumnya.
Hal itu dikarenakan, Bupati SBS tahu mengatasi pokok-pokok persoalan yang berkaitan dengan banjir.

“Kita tahu apa yang harus dilakukan bagi masyarakat karena banjir di Malaka hanya bisa diatasi dengan normalisasi sungai dan penguatan tebing melalui tanggul dan bronjong. Kenyataannya, bahwa sejak 3 tahun lalu, masyarakat di dataran Malaka tidak lagi mendapatkan banjir dari sungai Benenain,” bilang mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT ini.

Baca Juga :   Tolak UU MD3, PMKRI dan GMNI Atambua Turun ke Jalan

Lebih lanjut Bupati yang familiar dengan sebutan SBS itu mengemukakan minggu yang lalu sebelum pertemuan ini dilakukan, dirinya bersama instansi teknis terkait memantau keadaan di lapangan untuk melihat dari dekat tanggul yang dikerjakan tahun 2016, 2017 dan 2018 lalu.

“Setelah Saya mengecek langsung di lapangan, tanggul-tanggul itu ada yang masih sangat bagus tapi ada beberapa titik yang mesti segera ditangani. Pada kesempatan itu, sudah melaporkan ke pempus dan pada waktunya akan ada bantuan untuk memperbaikinya,” tutupnya. (edi Sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top