RAGAM

Tingkatkan Peran Masyarakat, BKKBN NTT Gelar Rakerda

Pose bersama jajaran BKKBN se-NTT.

ATAMBUA, Kilastimor.com-BKKBN Provinsi NTT terus menjalankan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) yang sebelumnya hanya dikenal dengan sebutan program Keluarga Berencana (KB). Untuk mendukung langkah itu, digelar rakerda yang menghadirkan jajaran BKKBN se-NTT.

Inspektur Utama BKKBN, Drs. Agus Sukiswo,AK, MM,CA,CFrA,QIA dalam sambutannya membuka Rakerda BKKBN NTT menyampaikan, berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pengelolaan PKB/PLKB menjadi kewenagan BKKBN.
BKKBN perlu melakukan penataan kembali pengolaan PKB/PLKB dengan jajaran kedeputian ADPIN sebagai atasan langsung kinerja PKB/PLKB tersebut.

Berdasarkan Perka BKKBN Nomor 12 Tahun 2017 tentang pendayagunaan tenaga penyuluh kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, pendayagunaan PKB dan PLKB adalah kewenangan kabupaten/kota dalam memanfaatkan tenaga PKB dan PLKB sebagai tenaga penyuluh dan penggerak pembangunan dibidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana dilini lapangan.

Lanjut Agus, salah satu tujuan dari organisasi profesi penyuluh KKBPK adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap program KKBPK dalam mewujudkan masyarakat indonesia yang berkualitas dan sejahtera.

Agus juga mengingatkan bahwa tahun ini adalah tahun terakhir dari pelaksanaan RPJMN 2015-2019. Berdasarkan hasil survey kinerja akuntabilitas program KKBPK (SKAP) tahun 2018, di Provinsi NTT capaian program KKBPK masih dibawah target yang dipersyaratkan. Contohnya TFR 3,23 (nasional 2,38) tertinggi CPR 42,4 (nasional 60,4) terenda nomor 3 unmeet Need 23,2 (nasional 12,4 ) tertinggi KTD 18,9 (nasional 19,7). Diperlukan strategi lebih tepat lagi.

Baca Juga :   Lakapu-Mella Diantar Ratusan Massa ke KPU TTS. Berkas Pasangan Lengkap dan Diterima

Agus meminta kepada semua jajaran BKKBN untuk bersama-sama mencegah stunting karena berdasarkan data dari KSP, Provinsi NTT terdapat sekitar 117.606 anak yang stunting di 21 kabupaten/kota.

Dirinya menawarkan 4 strategi yang bisa dilaksanakan untuk pencegah stunting yaitu siapkan materi, lakukan sosialisasi, latihan para pengelola program dan dampingi ibu-ibu sedang hamil.

Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru, SE, MPH dalam laporannya menyampaikan, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) merupakan program tahun 2019, dan merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) program KKBPK di Jakarta.

Pelaksanaan Rakerda katanya, berlangsung di Atambua, Kabupaten Belu terhitung 19-22 Maret 2019 di Hotel Matahari.

Dia menyebutkan, capaian peserta KB baru per Desember 2018 sebanyak 79.356 PB (87,73%) dari PPM sebanyak 90,491 PB. Pencapaian peserta KB Baru (PB) terhadap PPM metode kontrasepsi adalah IUD 77,13% (4.505 peserta KB baru dari PPM 5.841 peserta). Selanjutnya, MOW 172.80% (4.581 peserta KB baru dari PPM 2651 peserta) dan MOP 37.50% (21 peserta baru dari 56 peserta). Sementara kondom 158,47% (786 peserta KB baru dari 496 peserta, implant 79,84% yakni sebanyak 22.561 peserta KB baru dari PPM 28.258 peserta.

Dilanjutkan, suntikan 89,63% yakni 40.145 peserta KB baru dari PPM 44,788 peserta. PIL 80.79% dengan rincian 6.787 peserta KB baru dari PPM 8.401 peserta.

Baca Juga :   Deken Malaka Senang dengan Partisipasi Umat Katolik

Masih menurutnya, pencapaian peserta KB baru MKJP sampai dengan Desember 2018 sebanyak 31.668 atau 86,04% dari PPM PB MKJP NTT termasuk kategori tinggi secara nasional. Jumlah peserta KB aktif (PA) yang berhasil dibina pada akhir Desember 2017 tercatat 426.908 dan hasil pencapaian hasil KB baru (PB) sampai dengan Desember 2018 sebanyak 79.386 peserta.
Seharusnya PA yang dipertahankan sampai dengan akhir Desember sebanyak 506.294. Akan tetapi kenyataan peserta aktif dilaporkan pada akhir Desember sebayak 462.733. Dengan demikian terdapat 43.561 peserta KB DO (drop out).

Tambahan peserta KB aktif bilangnya, secara absolut NTT berada pada urutan ke tujuh secara nasional dan secara provinsi, NTT berada pada urutan lima nasional.

Lanjut Marianus, secara umum permasalahan kependudukan di Provinsi NTT masih cukup kompleks dimana laju pertumbuhan penduduk (LPP) tinggi yakni 2.07% (SP 2010) dan total fertility rate atau angka kelahiran masih tinggi yaitu 3,4% anak per wanita usia subur (SDKI 2017).
Sementara prevalensi peserta KB aktif masih rendah hanya 41,2%. Akan tetapi pihaknya sudah berjuang dan berhasil menurunkan TFR menjadi 3,23 anak per wanita usia subur dan prevalensi peserta KB aktif meningkat menjadi 42,3%.

Dengan angka kelahiran total yang masih tinggi tersebut, telah memberikan dampak pada berbagai sektor pembangunan lainnya dimana angka kematian ibu di NTT masih tinggi, angka kematian bayi masih tinggi, status gizi buruk masih tinggi yaitu 2669 stunting NTT masih tinggi yaitu 40,3 persen. Umur harapan hidup penduduk NTT masih rendah yaitu 68 tahun, rata-rata lama sekolah penduduk NTT rendah yaitu 7,15 tahun, kemiskinan NTT masih tinggi, pengeluaran per kapita NTT masih rendah yaitu Rp 7,3 juta per orang. Hal ini membuat IPM NTT masih belum memadai yaitu 68,28 dan bonus demografi NTT sulit diwujudkan.

Baca Juga :   Persab Belu Menang, Terbuka Asa Bertahan dan Melangkah Lebih Jauh di ETMC 2017

Dikatakan, BKKBN sebagai salah satu Kementerian atau lembaga (K/L) yang diberikan mandat untuk mewujudkan agenda perioritas pembangunan nasional (nawacita) terutama pada cita ke-3, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan Indonesia. Selain itu cita ke-5 ” meningkatkan hidup manusia Indonesia serta cita ke-8 melakukan revolusi karakter bangsa yang harus dibangun dari keluarga.
Oleh karena itu penguatan sinergitas, kolaborasi dan komitmen bersama para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

Untuk diketahui, Rakerda BKKBN ini mengangkat tema meningkatkan sinergitas implementasi program kerja pusat dan daerah dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas.
Kegiatan ini juga menghadirkan 236 peserta dari setiap kabupaten/kota se-Provinsi NTT. (sani asa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top