RAGAM

Enam Poin Hasil Rakerkesda Penting Diterapkan di Malaka

Paskalia Frida Fahik

BETUN, Kilastimor.com-Rapat Kerja Kesehatan Daerah tingkat Provinsi NTT 23-26 April 2019, di Kupang, menetapkan 6 point Rencana Aksi Daerah (RAD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik ketika ditemui media ini di Kantornya di Kletek, Senin (29/4/2019) menjelaskan, enam poin yang ditetapkan dalam Rakerkesda yang dihadiri Menteri Kesehatan, Nila F. Moelok tersebut adalah Percepatan penurunan stunting dan angka kematian ibu dan anak (AKI-AKN);
Selain itu, ada percepatan eliminasi AIDS, TBC dan Malaria, peningkatan cakupan dan mutu imunisasi serta pencegahan dan penanggulangan kejadian luar biasa (KLB), serta pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Hal lain yakni pencapaian Universal Health Coverage (UHC) dan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan dan kepulauan, juga pemenuhan tenaga kesehatan.

Keenam point tersebut, lanjut Frida, direkomendasikan untuk diimplementasikan di kabupaten masing-masing sesuai skala prioritas.

“Untuk kita di Kabupaten Malaka, enam poin itu penting untuk kita terapkan,” ungkap Kadis.

Terkait implementasi 6 poin tersebut, lanjut Frida, tidak hanya tugas Dinas Kesehatan semata, tetapi melibatkan lintas sektor dan kesadaran masyarakat.

“Ini butuh kerja sama lintas sektor dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri karena, misalnya masalah stunting, ini berkaitan dengan gaya dan pola hidup seperti asupan makanan yang cukup dan bergizi. Contoh lain, misalnya pencegahan demam berdarah dan malaria, ini berkaitan dengan kebersihan lingkungan,” katanya.

Baca Juga :   Ini Hasil Audiens Pengurus PGRI dengan Bupati Belu

Sementara, terkait pemenuhan tenaga kesehatan, tambah Frida, yang sangat dibutuhkan di Kabupaten Malaka saat ini adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di bidang kesehatan melalui pelatihan-pelatihan.

“Karena kita terlalu lama di desa, maka kurang mengikuti perkembangan di dunia kesehatan, sehingga perlu ada penyegaran, misalnya melalui pelatihan-pelatihan,” pungkas Frida Fahik. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top