RAGAM

Marianus: Semua Elemen Harus Minimalisir Stunting dan Kemiskinan

BAJAWA, Kilastimor.com-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Basional (BKKBN) Perwakilab Provinsi NTT menggelar sosialisasi forum peningkatan pelayanan KB MKJP di faskes pemerintah dan swasta serta promosi dan konseling KB pasca persalinan dan pasca keguguran yang berkualitas era JKN bersama mitra, Senin (29/4/19) di Kabupaten Ngada.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru dalam laporannya menyampaikan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, pengendalian kualitas penduduk, bertujuan untuk mewujudkan pemberian pelayanan yang berkualitas dengan meningkatkan akses dan kualitas informasi, konseling dan pelayanan kontrasepsi.
Selain itu, BKKBN mendapat mandat untuk melaksanakan 3 dari 9 agenda perioritas pembangunan (Nawa cita) yaitu agenda perioritas ke 3, 5 dan 8, terkhusus pembangunan sumber daya manusia dimana program keluara berencana tidak saja dikerjakan oleh lembaga BKKN, semata namun bersinergi dan bermitra dengan instansi terkait lainnya, agar dapat tercapai pelayanan KB yang berkualitas.

Pemberian pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan kesehatan KB, khususnya MKJP agar keberlangsungan pemakaian kontrasepsi jangka panjang dapat ditingkatkan serta dapat mengurangi tingkat putusan pakai kontrasepsi pada PUS yang menggunakan kontrasepsi jangka pendek.

Marianus berharap pengendalian kelahiran dengan komitmen strategi menggerakan PUS MUPAR menjadi akseptor, dan melakukan pelayanan KB pasca persalinan dan pasca keguguran yang berkualitas, khusus bagi wilayah yang sulit dijangkau dengan metode MKJP serta pelayanan mobile pada wilayah kabupaten/kota dengan PUS Unmeet Need tinggi.

Baca Juga :   Tinjau Plaza Pelayanan Publik Atambua, Wali Kota Kupang Bakal Kirim Tim untuk Studi Banding

BKKBN terus melakukan sosialisasi pelayanan KB kepada pihak pemerintah maupun swasta, sehinga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian program KB nasional, serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera dan berkualitas.

Sementara itu, dalam pemaparan materinya Marianus menyampaikan bahwa di era ini perlu bekerja keras untuk mencegah stunting dan kemiskinan di provinsi NTT.

Pasalnya di NTT TFR masih tinggi sehingga stunting dan kemiskinan akan terus meningkat, bukan saja stunting dan Kemiskinan, akan tetapi masalah umur harapan hidup dan kehamilan diluar nikah masih meningkat. Karena itu semua elemen harus bekerjasama untuk mencegah permasalahan ini.

BKKBN sebutnya, sudah melakukan kerjasama bersama beberapa dinas dan pihak gereja. Hal ini bukan merupakan pencarian nama baik BKKBN, tetapi tujuannya untuk NTT bangkit, demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

“Manusia terus bertambah, sedangkan bumi tidak bertambah. Sehingga program KB merupan salah satu program atau salah satu langka yang baik untuk mencegah permasalahan ini,” pungkas Marianus. (sani asa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top