RAGAM

23 Kampung KB Telah Dibentuk di Ngada

BAJAWA, Kilastimor.com-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT gelar Sosialisasi program reproduksi kesehatan bagi anggota poktan tribina, di kampung KB Bena, Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, Rabu (1/1/19).

Bupati Ngada, Paulus Soliwoa dalam sambutan yang diwakili oleh Penjabat Sekda menyampaiakan, pembentukan kampung KB merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, agar manfaat program KB lebih dirasakan oleh masyarakat, terutama yang berada di wilaya miskin, padat penduduk, tertinggal dan wilayah nelayan diseluruh tanah air.
Presiden juga sudah mengarahakan agar program KB lebih khusus pada masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang tidak memiliki fasilitas kesehatan.

Kampung KB di Kabupaten Ngada saat ini katanya, sudah 23 yang di bentuk sejak tahun 2016 sampai 2018 yang menyebar di 12 kecamatan yang berada di Kabupaten Ngada. Pemerintah daerah menyadari bahwa pembentukan kampung KB memiliki manfaat yang luar biasa untuk memenuhi kualitas hidup masyarakat sehingga masyarakat memilki ketahanan dan kesejateraan.

Dia melanjutkan, keberadaan kampung KB di Kabupaten Ngada memiliki daya ungkit yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari peserta capaian KB aktif dimana pada tahun 2017 mencapai 49,63 persen meningkat menjadi 54,73 persen pada tahun 2018 dan angka keberlangsungan alat penggunaan kontrasepsi putus pakai menurun dari 20,5 persen pada tahun 2017 menjadi 19,1 persen pada tahun 2018. Sedangkan angka total kelahiran dari 4,3 tahun 2017 menjadi 1,3 pada tahun 2018. Akan tetapi angka kehamilan remaja meningkat dimana pada tahun 2017, 12/100 menjadi 17/100 pada tahun 2018 perempuan pada usia 15-19 tahun. Kondisi ini menggambarkan bahwa semua pihak harus memperhatikan secara khusus masalah kependudukan.

Baca Juga :   PDAM Kota Kupang Sediakan Enam Wastafel Protable di Pasar dan Taman

Diakir sambutan itu, dia menyampaikan ungkapan terima kasih kepada BKKBN Provinsi NTT dan BKKBN pusat karena sudah memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Kabupaten Ngada untuk mengatasi persoalan kependudukan.

Sementara Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dalam sambutannya menyampaikan
bahwa ikut keluarga berencana maka hidupnya sejahtera. Filosofis dari orang Ngada sangat luar biasa karena boleh miskin harta yang penting keluarganya baik dan berencana.
Keluarga harus direncanakan bukan asal berkeluarga tanpa rencana.

Keluarga sebutnya, harus direncanakan sehingga mampu menjamin masa depan anak-anak bangsa. Lebih baik anaknya sedikit tetapi hidupnya sejahtera dan bahagia. Keluarga berencana ini bukan melarang kelahiran, tetapi kelahiran harus di rencanakan. Hal ini sesuai ajaran Tuhan.

Josef berharap kampung KB di Bena harus menjadi contoh dan model bagi kampung KB yang lain, karena di Bena ini tempatnya sangat strategis dan memiliki tempat wisata yang luar biasa. (sani asa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top