EKONOMI

Berhasil, Petani Laleten Minta RPM Dilanjutkan

Padi milik petani Laleten begitu dan mulai menguning.

BETUN, Kilastimor.com-Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) mulai dirasakan manfaatnya oleh petani. Salah satunya petani padi di Desa Laleten, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.
Para petani mengaku RPM sangat berhasil dan membanggakan. Hal tersebut terlihat nyata dengan hasil panenan padi yang setiap tahun sangat berlimpah.

“Hasil panen padi kami setiap tahun terus bertambah dan melimpah. Semua itu berkat program RPM yang diusung Bupati Stefanus Bria Seran yang sangat menyentuh langsung dengan pekerjaan kami sebagai petani,” bilang Ketua Kelompok Tani Irigasi Baru, Wenseslaus Ulu ketika ditemui di sawahnya, Rabu (1/5).

Wenseslaus mengemukakan, adanya program RPM, pihaknya mendapatkan banyak manfaat. “Dulunya lahan kami banyak yang tidak diolah, akan tetapi melalui program RPM ini lahan kami diolah traktor, ada pemberian benih dan pupuk dari pemerintah, pendampingan intensif dari PPL. Hasilnya seperti yang terlihat sekarang, kami mendapatkan banyak makanan dan sangat berlimpah,” katanya.

Diminta komentarnya soal kelanjutan RPM, dengan tegas dia mengungkapkan bahwa program RPM ini harus terus berlanjut di bawah kepemimpinan Bupati SBS di periode berikutnya.

“Kami mau Bupati SBS lanjut lagi untuk memimpin Malaka di periode berikutnya. Sehingga program ini terus berlanjut dan kami sebagai petani tidak merasa kekurangan makanan,” akunya.

Sementara itu, PPL Desa Laleten Jeremias Nahak membeberkan hasil padi di wilayah dampingannya sangat membanggakan.
“Sejak saya menjadi pendamping di wilayah ini, setiap tahun panenan masyarakat berlimpah dan rakyat tidak kekurangan makanan. Itu semua berkat program RPM dari Bupati SBS,” tandasnya.

Sebagai informasi, varietas padi yang ditanam di Desa Laleten jenis Ciherang, dan ditanam 30 Januari 2019 lalu. Menurut rencana akan dipanen pada tanggal 6 Mei 2019 mendatang.
Sedangkan di desa lain seperti Kleseleon sudah mulai dipanen pada akhir April ini. (edy sumantri/*)

Komentar
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top