RAGAM

Harganas XXVI, Cinta Keluarga, Cinta Terencana

Gubernur dan Wagub NTT ikut Harganas dan pencangan BBGR di Ngada.

BAJAWA, Kilastimor.com-Cinta keluarga cinta terencana, menjadi slogan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI.

Kepala BKKBN yang diwakili Inspektur Jenderal, Drs. Agus Sapri MM, menyampaikan sensus demografi dan kesehatan indonesia (SDKI) 2017. Secara kuantitas Provinsi NTT pencapaian total fertility rate (TFR) mencapai 3,4 termasuk kategori tinggi, begitu juga dengan contraceptive prevalence rate (CPR) dengan satu cara 50,2 persen, dengan cara moderen 41,2 persen. Untuk capaian unmed need 17,6 presentase peserta KB aktif (PA) 41,2 persen.
Maka yang menjadi tugas bersama seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat meningkatkan kualitas penduduk, menciptakan SDM yang handal dengan meningkatkan program pembangunan keluarga.

KB paparnya, harus diperkenalkan kepada masyarakat sehingga fungsi pada kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL, dan UPPKS) serta penguatan delapan fungsi keluarga (agama, cinta, keluarga, sosial, kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan berjalan. Sejak tahun 2018 terdapat 2.263 PKB/PLKB pengelolaannya menjadi kewenangan BKKBN pusat. Dan di NTT, 544 orang alih status dengan gaji dan tunjangan kinerja terbaik. Laporan tahun 2018 di NTT sudah terbentuk 298 kampung KB.

BKKBN lanjutnya, juga berupaya mencegah dan menanggulangi stunting dengan cara membentuk kampung KB yang mencakup desa stunting, memberi solusi ke wilayah kabupaten/kota untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, membuat media KIE, dan melaksanakan orientasi PKB dan kader KB tentang penanggulangan stunting.

Baca Juga :   Ini Dua Petinju Asal Belu yang Dilantik Menjadi Anggota TNI AD

Sementara itu, Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam pencanangan BBGR dan Hari Keluarga Nasional, di Desa Mangeruda, Kecamatan Soa, Ngada, Kamis (2/5) memerintahkan kepada seluruh jajaran pemerintah untuk melaksanakan semua kegiatan bertempat di desa dan menginap langsung di rumah-rumah penduduk. Dengan begitu, akan memacu kemajuan pembangunan di desa dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat setempat.

Gubuernur VBL mengatakan, lewat pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), semua masyarakat harus merefleksikan apakah sudah mampu berbuat untuk daerah ini dan bangsa. Apabila belum, maka inilah momentum yang tepat untuk berpikir memiliki semangat gotong dalam ikut membangun daerah ini.

Sebagai gubernur, VBL menginginkan agar ada perubahan pembangunan di daerah ini melalui semangat gotong royong bersama yang diwariskan oleh para leluhur.

Menurutnya, APBD di seluruh NTT yang mencapai puluhan triliun dalam setahun, termasuk dana desa, akan memberikan perubahan bagi daerah ini bila dimanfaatkan secara baik.

Dia meminta para bupati untuk memiliki target selama memimpin. Dengan memiliki target yang jelas, NTT dalam beberapa tahun ke depan akan mengalami kemajuan yang luar biasa.

Kepada Tim Penggerak PKK dan anggotanya yang mencapai 48 ribu orang, Gubernur VBL meminta agar hadir di rumah-rumah masyarakat dan memberikan motivasi, termasuk di dalamnya program Keluarga Berencana.

Dalam kaitan dengan Hari Pendidikan Nasional, VBL berharap ada transfer ilmu dari pakar untuk tingkat pendidikan SD, SMP, dan SMA. Sementara tingkat perguruan tinggi, mahasiswa dipacu untuk banyak membaca dan sebaiknya lebih banyak diajak berdiskusi.

Baca Juga :   Luar Biasa...Hasil Panen Bawang Merah di Lamudur Lampaui Genetik Varietas Bima Brebes

Bupati Ngada Paulus Soliwoa dalam sambutannya berharap Gubernur dan Wakil terus melakukan kunjungan ke daerah-daerah karena NTT merupakan provinsi kepulauan.

“Dengan kehadiran Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, akan memberikan energi baru, tambahan vitamin melalui visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera,” ucapnya.

Dia mengatakan, kunjungan perdana Gubernur VBL ke Ngada menjadi sejarah baru, dan berharap kunjungan itu terus dilakukan pada waktu-waktu yang datang.

Ketua Panitia Kegiatan, Sinun Petrus Manuk yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi NTT dalam laporannya mengatakan, dengan memusatkan semua kegiatan di desa, maka desa akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pembangunan.

Dia mengatakan, kegiatan ini bertujuan antara lain meningkatkan semangat gotong royong, meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan, dan mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna kepada masyarakat.

Sinun Manuk menyebut, sponsor utama kegiatan ini yakni Bank NTT. Dalam kegiatan ini, bank milik Pemprov NTT ini menyediakan 60 tenda, layanan ATM mobile, spanduk, dan 600 kaos. Sementara tenda-tenda itu disumbangkan untuk pemerintah daerah.

Untuk diketahui, hampir dalam seminggu, sebanyak 10 intansi terkait dengan peserta kurang lebih 500 orang menggelar kegiatan di sejumlah desa di Kabupaten Ngada.

Dalam kegiatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK NTT Julie Sutrisno Laiskodat yang datang sejak Senin (29/4) memilih tinggal di desa di wilayah Kecamatan Soa. Sedangkan Gubernur VBL yang tiba pada Rabu (1/5) petang, menginap di Kampung Manulalu. (sani asa)

Baca Juga :   Wali Kota Kupang Minta Dukungan BPKP dan KPK untuk Penataan Aset
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top