NASIONAL

Dengan Air Tambah Panenan

Presiden Jokowi tekan tombol peresmian Bendungan Rotiklot.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Presiden RI, Joko Widodo begitu mengerti tentang kekeringan diseantero Provinsi NTT, termasuk Kabupaten Belu yang merupakan beranda Indonesia dengan Timor Leste. Kekeringan yang terjadi, bukan saja menyebabkan kekuarangan air air baku, namun juga mengakibatkan masyarakat petani tidak bercocok tanam pasca musim penghujan. Kondisi ini jelas sangat menyulitkan masyarakat NTT, untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Bagi Presiden Joko Widodo, air merupakan masalah dasar yang harus diatasi di NTT. Caranya membangun sebanyak-banyaknya bendungan atau waduk. Dengan begitu, akses akan air bersih, irigasi akan teratasi sekalipun dimusim kemarau.
Untuk diketahui, musim kemarau di NTT lebih panjang dari musim penghujan. Musim kemarau sekira tujuh bulan dan selebihnya musim hujan. Praktis masyarakat memanfaatkan musim hujan yang singkat untuk bercocok tanam. Selebihnya masyarakat pasrah pada alam. Jika dihitung-hitung, produktivitas masyarakat petani sangatlah kecil, meskipun intervensi anggaran dan bibit banyak digelontorkan. Petani lebih banyak bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhannya saja, tidak untuk kepentingan pasar.
Saat ini, tercatat tujuh bendungan sedang dikerjakan di NTT, dan Bendungan Rotiklot menjadi salah satunya yang telah diselesaikan pada masa kepemimpinan Joko Widodo. Masyarakat Belu patut berbangga dengan Presiden yang begitu peduli dengan masyarakat NTT dan Belu pada khususnya. Pasca Bendungan Rotiklot, presiden kembali menyetujui pembangunan Bendungan Welikis di Belu. Dengan demikian, Presiden Jokowi telah memberikan dua bendungan untuk masyarakat Belu.
Dua bendungan yang telah dan akan dikerjakan di Belu, merupakan bagian tak terpisahkan dengan program Jokowi membangun Indonesia dari pinggiran, terutama daerah perbatasan dengan negara lain. Bendungan Rotiklot yang telah usai dibangun, menjadi bukti bahwa masalah air di NTT, hanya diatasi dengan membangun bendungan atau waduk.
Bendungan Rotiklot yang terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT siap dioperasikan. Hal ini ditandai dengan pengresmian oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wagub NTT, Josef Nae Soi dan Bupati Belu, Willybrodus Lay, Senin (20/5/2019) lalu. Turut hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Bupati Kupang, Korinus Masneno, Bupati TTU, Raymundus S. Fernandes, Bupati TTS, Epy Tahun,Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr, Sekda Malaka, Donatus Bere dan sejumlah pimpinan OPD Provinsi NTT dan Kabupaten Belu.
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya sebelum meresmikan bendungan itu, menyapa warga Belu dengan bahasa Tetun, “Loron Diak Ba Ita Hotu-Hotu”. Sapaan itu membuat warga begitu histeris. Dia menyebutkan, dirinya banyak belajar sapaan dari berbagai daerah di Indonesia. Di Batak ada Horas dan lainnya. “Negara kita begitu majemuk dan plural,” ujarnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu melanjutkan, untuk bergerak menuju sebuah kemakmuran dan kemajuan, NTT tidak bisa tanpa air. Karenanya dibangun begitu banyak bendungan di NTT. “Mau maju maka harus mulai dengan air,” paparnya.
Di NTT ujarnya, ada tujuh waduk atau bendungan yang dibangun, yakni Raknamo dan Rotiklot yang diresmikan. Saat ini ada masih lima yang dikerjakan. “Itupun mau tambah lagi. NTT mau maju dimulai dengan air. Dengan air tambah panen dan bisa tanam apa-apa seperti semangka dan melon dimusim kemarau,” paparnya sembari menambahkan, hanya dengan air semua bisa. Setelah itu dipikir apa yang akan ditanam.
Pada bagian lain, dia mengatakan Juli atau Agustus akan ada panen raya garam. Garam di NTT harus digarap serius biar tarap hidup masyarakat naik. “Menurut laporan gubernur bisa buat petani berpenghasilan Rp 15 juta per bulan. Saya sudah perintahkan BPN untuk buat konsesi lahan kasi ke swasta untuk tambak garam. Kalo tidak bisa, kita cabut kasi ke rakyat,” tegasnya.
Masih menurut Presiden Jokowi, dirinya tidak ada kepentingan kedepan. Jadi dirinya akan memutuskan untuk negara dan rakyat. Dikatakan, DPR dari NTT banyak, sehingga dirinya ke NTT terus. “Saya bolak-balik ke NTT, karena begitu cintanya terhadap NTT,” ujarnya. Dirinya ingin semua masalah diatasi di NTT. Untuk apa kalau bolak-balik ke NTT tapi tidak selesai masalahnya.
Bendungan ini harap presdien, hendaknya dipakai dengan baik, untuk pengairan sawah, listrik, air baku maupun wisata. Sementara untuk pembangunan bendungan baru Welikis, masih dihitung secara teknis dan anggarannya. Bendungan Rotiklot ini Rp 497 miliar. Tentunya sangat banyak. Karena itu, harus dimanfaatkan untuk tingkatkan kesejahteraan.
Sementara itu, Wagub NTT, Josef Nae Soi mengatakan, Presiden selalu datang ke NTT karena cinta orang NTT. “Presiden sangat memahami kebutuhan di NTT. Belum diminta tapi sudah kasih,” imbuhnya dalam sekapur sirihnya. (ferdy talok/adv)

Baca Juga :   Paket Heri-Quido Prioritaskan Infrastruktur dan Sarana Prasarana Wilayah
Loading...
Loading...
To Top