HEADLINE

Jokowi Resmikan Bendungan Rotiklot. “Saya Bolak-balik ke NTT karena Cinta NTT”

Presiden Jokowi tekan tombol peresmian Bendungan Rotiklot.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Presiden RI, Joko Widodo meresmikan Bendungan Rotiklot, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT, Senin (20/5/2019).

Peresmian bendungan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wagub NTT, Josef Nae Soi dan Bupati Belu, Willybrodus Lay.

Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Bupati Kupang, Korinus Masneno, Bupati TTU, Raymundus S. Fernandes, Bupati TTS, Uskup Atambua, Sekda Malaka, Donatus Bere dan pimpinan OPD Provinsi NTT dan Kabupaten Belu.

Presiden Joko Widodo pada awal  sambutannya menyapa warga Belu dengan bahasa Tetun, “Loron Diak Ba Ita Hotu-Hotu”. Sapaan itu membuat warga begitu histeris.
Dia menyebutkan, dirinya banyak belajar sapaan dari berbagai daerah di Indonesia. Di Batak ada Horas dan lainnya. “Negara kita begitu majemuk dan prular,” ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu melanjutkan, NTT menuju sebuah kemakmuran dan kemajuan,  tanpa air maka tidak bisa. Makanya dibangun begitu banyak bendungan di NTT. “Mau maju maka harus mulai dengan air,” paparnya.

Di NTT ujarnya, ada tujuh waduk atau bendungan yang dibangun, yakni Raknamo dan Rotiklot yang diresmikan. Saat ini ada masih lima yang dikerjakan. “Itupun mau tambah lagi. NTT mau maju dimulai dengan air. Dengan air tambah panen dan bisa tanam apa-apa seperti semangka dan melon dimusim kemarau,” paparnya sembari menambahkan,  hanya dengan air semua bisa.  Setelah itu dipikir apa yang akan ditanam.

Pada bagian lain, dia mengatakan Juli atau Agustus akan ada panen raya garam. Garam di NTT harus digarap serius biar tarap hidup masyarakat naik. “Menurut laporan gubernur bisa buat petani berpenghasilan Rp 15 juta per bulan. Saya sudah perintahkan BPN untuk buat konsesi lahan kasi ke swasta untuk tambak garam. Kalo tidak bisa, kita cabut kasi ke rakyat,” tegasnya.

Masih menurut Presiden Jokowi, dirinya tidak ada kepentingan kedepan. Jadi dirinya akan memutuskan untuk negara dan rakyat.

Dikatakan, DPR dari NTT banyak, sehingga dirinya ke NTT terus. “Saya bolak-balik ke NTT, karena begitu cintanya terhadap NTT,” ujarnya. Dirinya ingin semua masalah diatasi di NTT. Untuk apa kalau bolak-balik ke NTT tapi tidak selesai masalahnya.

Bendungan ini harapnya, hendaknya dipakai dengan baik, untuk pengairan sawah, listrik, air baku maupun wisata. Sementara untuk pembangunan bendungan baru, masih dihitung teknis dan anggarannya. Bendungan ini Rp 497 miliar tentunya sangat banyak.

Wagub NTT, Josef Nae Soi mengatakan, Presiden datang ke NTT cinta orang NTT dan karena presiden cinta NTT. “Presiden sangat memahami kebutuhan di NTT. Belum diminta tapi sudah kasih,” imbuhnya dalam sekapur sirihnya. (ferdy talok)

Komentar
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top