RAGAM

Lelang Jabatan Hadirkan Pejabat Belu yang Berkualitas

Tampak Marius Loe dan Tarsi Naisali menunggu giliran tes wawancara.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penataan birokrasi yang akuntabel dan bersih dari korupsi serta prima dalam pelayanan merupakan salah satu program prioritas dari pasangan Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wabup JT, Ose Luan. Program ini penting bagi duet yang memimpin Belu saat ini.
Pasalnya, jika birokrasi yang berisi ASN memiliki sumber daya manusia yang handal, maka semua program kegiatan yang direncanakan akan berakhir sukses dan berjalan sesuai rel aturan yang ada. Pasangan yang terkenal dengan sahabat itu, tidak segan-segan menindak aparatur negara yang melakukan pelanggaran. Terbukti sejumlah pejabat eselon II dan III dinonjobkan. Hal ini membuktikan kalau duet yang ada, tidak main-main dengan penegakan aturan soal ASN terhadap siapa saja.
Sebaliknya, duet ini juga tidak segan mempromosikan pejabat yang ada ke jenjang lebih tinggi, jika memiliki kemampuan yang mumpuni. Hanya saja semua tetap mengikuti mekanisme yang berjalan. Contohnya adalah sejumlah pejabat yang ingin dipromosikan untuk menduduki jabatan eselon II B atau Pimpinan Tinggi Pratama, harus melalui seleksi lelang jabatan.
Jabatan dilelang, dengan maksud, benar-benar menempatkan pejabat yang berkemampuan tinggi, bukan asal comot. Untuk menyeleksi, Pemda hadirkan Akademisi Undana, pihak independen maupun assessor internal. Hal ini dilakukan agar mendapat penialaian obyektif atas kemampuan calon yang mendaftar. Dengan hasil itu, user dalam hal ini Bupati dan Wabup Belu tidak kesulitan menjalankan roda pemerintahan, karena birokrasi diisi orang-orang yang mapan dan berkemampuan intelektual serta memiliki moral yang baik.
Beberapa waktu lalu, sebanyak 16 pejabat eselon IIIA mengikuti lelang jabatan untuk mengisi enam jabatan eselon II atau Pimpinan Tinggi Pratama pada enam OPD dilingkup Pemda Belu yang lowong.
Adapun pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tengah lowong antara lain, Dinas Pertanian, Dinas PU, SatPol PP, Kesbangpolinmas dan Sekwan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Belu, Petrus Bere yang dikonfirmasi di kontornya, Selasa (25/6/2019) mengemukakan, pihaknya sedang melakukan seleksi terhadap 16 pejabat, yang bakal mengisi enam jabatan eselon II. “Ya kita timsel sedang bekerja. Kita sedang wawancara satu persatu para peserta lelang jabatan. Hari ini hari terakhir kita lakukan seleksi,” katanya yang juga Ketua Timsel.
Pasca seleksi bilang Sekda, timsel akan melakukan rapat, untuk menentukan tiga besar pejabat yang lolos. “Habis ini kita rapat bersama untuk tentukan siapa yang lolos tiga besar,” sergahnya.Setelah penentuan tiga besar, lanjutnya, pihaknya kemudian akan menyerahkan hasil seleksi kepada Bupati Belu, Willybrodus Lay.
Masih menurut Petrus Bere, semua nama yang diserahkan kepada bupati, akan dibawa lagi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mendapat rekomendasi. Kalau sudah ada rekomendasi KASN, maka bupati sebagai user atau pengguna menentukan siapa yang bakal ditetapkan dan dilantik sebagai pejabat eselon II atau pimpinan OPD yang ada.
Menyoal pelantikan, dia mengemukakan, jika tidak ada kendala maka bisa cepat. “Bisa saja bulan depan. Kita lihat nanti,” tutur mantan Inspektur Inspektorat Belu itu.
Untuk diketahui, 16 peserta seleksi calon pejabat eselon II antara lain, Tarsi Naisali, Marius Loe, Aloisius Fahik, Vinsen Laka, Viktor Kiik, Andreas Bere Asa, Ida Mau Luan, Edy Bere Mau, Servas Boko, Yustinus Loko Bau, Yeny Lalo, Bambang Manek, Geradus Mbulu, Amandus Linci, Nuniek Widyaastuti, Ferdinandus Lau Bone dan Erni Didoek.
Sementara untuk tim Pansel yakni, Sekda Belu, Petrus Bere selaku ketua dan anggota masing-masing Inspektur Inspektorat Belu, Iwan Manek, Yerem Kali Taek dari independen dan akademisi Undana, Dr. David Pandie dan Dr. Wayan.
Terpisah, Bupati Belu, Willybrodus Lay kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa (2/7/2019) mengemukakan, dirinya sudah menerima hasil seleksi dari Pansel calon pejabat eselon II. “Hasil seleksi pansel sudah dilaporkan kepada saya,” tuturnya.
Dalam beberapa waktu mendatang, pihaknya akan melaporkan kepada KASN, untuk mendapat rekomendasi. Jika telah ada rekomendasi, maka akan ditetapkan siapa pejabat yang akan diangkat pada jabatan eselon II. Dia menguraikan, dari hasil seleksi rata-rata cukup baik dan memenuhi syarat untuk dimenduduki jabatan yang dilamar. “Hanya satu atau dua orang yang belum memenuhi syarat. Lainnya cukup baik,” ungkapnya.
Pihaknya papar dia, sebelum menetapkan siapa yang bakal ditetapkan dan dilantik, dirinya akan mendiskusikan bersama Wakil Bupati dan Sekda. “Hal ini untuk mendapat masukan sehingga pejabat yang dipilih nanti, dapat bekerjasama, dan tentunya profesional dan inovatif,” timpal dia.
Menyoal mutasi, Willy Lay yang juga Ketua DPC Partai Demokrat itu mengutarakan, pihaknya menunggu tahapan seleksi calon pejabat eselon II tuntas. Apabila sudah selesai, maka akan dilakukan mutasi dalam jabatan maupun promosi. “Gerbong mutasi akan dilakukan sama-sama termasuk pejabat eselon III dan IV,” timpal Willy Lay. (ferdy talok/adv)

Baca Juga :   Kandidat Wali Kota Kupang Usungan PDI Perjuangan Diumumkan Maret
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top