RAGAM

Bendungan Welikis Atasi Kebutuhan Air Baku Tujuh Kecamatan di Belu

Willybrodus Lay

ATAMBUA, Kilastimor.com-Rencana pembangunan Bendungan Welikis, di Kecamatan Tasifeto Timur, Belu, oleh Pemerintah Pusat kian menunjukan titik terang. Pasalnya, Presiden Joko Widodo telah menyetujui rencana pembangunan bendungan tersebut. Ditargetkan 2020 mendatang, telah dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertamanya.
Saat ini rencana pembangunan bendungan itu telah masuk dalam tahap uji tanah.
Pembangunan Bendungan Welikis tentunya searah dengan program prioritas Bupati dan Wabup Belu, Willybrodus Lay –JT, Ose Luan yakin pelayanan air bersih bagi masyarakat Belu. Dengan pembangunan Bendungan Welikis nanti, maka setidaknya masalah air bersih akan teratasi, ditengah usaha Pemda Belu saat ini yang gencar membangun jaringan air bersih. Adapun jaringan air bersih yang telah dan sedang dibangun saat ini yakni Weutu dan Molos Oan. Weutu sudah dioperasikan untuk melayani warga Raimaten, Tenubot dan Haliwen. Sedangkan Molos Oan akan diarahkan ke Kota Atambuadan sekitarnya. Sebelumnya telah dioperasikan jaringan air Lahurus dan juga Wematan Tirta, Nenuk.
Bendungan Welikis yang berada di Desa Lookeu, Kecamatan Tasifeto Timur jelas member peluang yang besar bagi masyarakat Kabupaten Belu terkhusus untuk tujuh kecamatan yang ada. Adapun tujuh kecamatan yang bakal mendapat dampak positif dari pembangunan itu yakni, Kecamatan Kota Atambua, Atambua Selatan, Atambua Barat, Kakuluk Mesak, Tasifeto Timur, Tasifeto Barat dan Kecamatan Raimanuk
Patut diakui, masalah air bersih sangat urgen dituntaskan. Kekurangan air akan sangat terasa ketika memasuki masa kemarau, terhitung Juni hingga November setiap tahunnya. Beberapa sumber air yang telah dibangun jaringan pipa dan dioperasikan belum memerdekan masayarakat menikmati air bersih secara bebas.
Pembangunan Bendungan Welikis yang sedang dalam tahap perencanaan, memasuki feasibility studi atau studi kelayakan khususnya tanah. Proyek strategis itu member harapan baru bagi masyarakat Belu khususnya, setelah Bendungan Rotiklot diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Besar harapan, proyek garapan Kementerian PUPR dengan nilai ratusan miliar itu, bisa mengatasi masalah air bersih, dan memberi kemudahan akses air bersih kepada masyarakat Belu.lebih dari itu, diharapkan masyarakat Belu, mendukung rencana pembangunan bendungan itu, sehingga tidak mengalami hambatan teknis kedepan.
Bupati Belu, Willybrodus Lay kepada media ini, belum lama ini di ruang kerjanya mengemukakan, pihaknya optimis pembangunan Bendungan Welikis bakal terlaksana. Hal ini ditunjukan dengan sejumlah kajian yang telah dan tengah dilakukan pihak KemenPUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air.
Dikatakan, Pemda dan masyarakat Belu patut bersyukur, karena rencana itu baru diusulkan, namun telah diterima dan disetujui. “Kita bersyukur karena bendungan itu pasti dikerjakan oleh KemenPUPR,” ungkap Willy Lay sapaan karibnya.
Masih menurutnya, Bendungan Welikis nantinya diperkirakan seluas 220 hektare genangan air dan pastinya akan lebih besar dari Rotiklot. Hanya saja, dia tidak mengetahui besaran anggarannya, karena semua perhitungan ada pada KemenPUPR.
Dengan pembangunan Bendungan Welikis nantinya sebut Bupati Belu itu, kebutuhan air untuk tujuh kecamatan di Belu akan teratasi. Lima kecamatan itu antara lain, Kecamatan, Tasifeto Timur, Kota Atambua, Atambua Selatan, Kecamatan Atambua Barat serta Kecamatan Tasifeto Barat, Kakuluk Mesak dan Raimanuk. “Setidaknya tujuh kecamatan ini akan teratasi air baku yang bersumber dari Bendungan Welikis,” timpalnya.
Masih menurutnya, saat ini pihaknya bersama KemenPUPR telah membagi tugas. Dan Pemda Belu memilih untuk mengatasi masalah sosial dan lahan. Pemda Belu akan melakukan pembebasan tanah dan hal itu membuat pemerintah pusat (Pempus) tertarik, karena ada sharing anggaran. Sedangkan anggaran pembangunan oleh Pempus. “Jadi mereka (Pempus) siapkan anggaran untuk pembangunan bendungan dan fasilitas lain, sedangkan kita siap bebaskan lahan,” tuturnya.
Pihaknya telah mendata dan mengukur lahan-lahan milik warga sekitarnya, untuk mendapatkan gambaran anggaran yang perlu disiapkan nantinya, untuk kepentingan proyek itu. Dengan demikian Pempus tidak repot ketika pembangunan dimulai. “Kita siapkan anggaran untuk ganti rugi lahan,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Willy Lay meminta kepada semua stakeholders, untuk membantu Pemda Belu dengan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat, para ketua dan anggota suku maupun para tokoh utama, terkait pentingnya Bendungan Welikis.
“Kita susah air. Karena itu Bendungan Welikis bisa atasi air baku yang dibutuhkan,” pungkas dia. (ferdy talok/adv)

Baca Juga :   Lelang Bermasalah, Rekanan Adu Mulut dengan Kabag Pembangunan Belu
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top