HEADLINE

Catatan Pinggir Jelang ETMC 2019 Malaka (2-Bersambung)

Herry Klau

Oleh: Herry Klau

“Likurai dan Tebe, Siap Antar Prajurit ke Medan Laga”

Catatan Pinggir sebelumnya tentang Bola yang universal, ada coretan kecil tentang bagaimana bola mempersatukan perbedaan itu. Bagaimana bola menjadi bahasa universal (universal language)

Spirit utama itu dipisah lagi untuk lebih mencermati nilai-nilai integritas yang menjiwai penyelenggaraan ETMC 2019 di Rai Malaka tercinta.

Mengusung tema besar Kekeluargaan dan Persaudaraan, ETMC 2019 di Rai Malaka akan lebih terasa aroma itu.

Budaya Rai Malaka yang sejak dahulu ditanamkan nenek moyang soal kerja sama, gotong royong, berbagi bersama, merasakan bersama akan diterjemahkan langsung masyarakatnya.

Usai mengikuti Turnamen ETMC Juli 2017 di Ende dan selanjutnya ditetapkan Kabupaten Malaka menjadi tuan rumah Penyelenggara ETMC 2019, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH mengatakan Malaka siap menerima sahabat-sahabat dari rahim NTT.

“Datanglah dan kami menunggu dengan segala sesuatu yang ada pada kami. Datanglah dan saudara-saudara akan melihat bagaimana kami akan memperkenalkan Malaka. Datanglah dan kami akan jadi tuan rumah yang baik bagi sahabat-sahabat sekalian” ajak Bupati Stef kala itu.

Ajakan Bupati Malaka itu seyogyanya akan mendapat tempat dan posisi terhormat ketika para peserta tiba di Rai Malaka bulan Juli 2019 nanti.

Saat itu,
Ribuan penari Likurai dan Tebe dalam balutan busana Malaka akan larut bersama peserta dan para tamu meliukkan badan, bergandeng tangan dan menghentakkan kaki sembari berteriak membahana. Pekikan dan lengkingan suara pria dan wanita yang disatukan dalam tarian, akan membuat peserta terlecut semangatnya untuk mendukung timnya, dan para atlet akan termotivasi untuk berperang di lapangan hijau.

Yah……
Likuran dan Tebe akan membumi serentak mengangkasa dengan yel-yel khas masing-masing daerah yang berirama dan bergaung merdu.
Likurai dan Tebe akan berpadu dengan nyanyian kebanggaan masing-masing tim di atas tribun.
Likurai dan Tebe pun akan mengiringi setiap pemberian ucapan selamat dan pengalungan medali kepada para pemenang.

Selebihnya, setiap orang akan mempertahankan kewibawaan dan kehormatannya. Nasionalismenya akan dipertaruhkan untuk merebut supremasi tertinggi, trophy ETMC 2019.

Nuansa gemuruh penari Likurai dibarengi hentakan kaki para penari Tebe akan terus mengiringi 3 tempat pertandingan yang disediakan yakni Stadion Malaka di Raihenek, Kobalima, Lapangan Umum Betun dan Lapangan Misi Besikama.

Panitia pun jauh-jauh hari akan menyiapkan ribuan penari Likurai yang setiap waktu akan memukul gendangnya mengiring setiap tim yang akan masuk ke lapangan dan bertanding, ibarat prajurit yang akan berlaga di medan perang.

Dan setiap mereka yang datang di kandungan Rai Malaka akan menyebut Malaka sebagai kabupaten yang penuh dengan nuansa budaya dan itu akan tercatat dengan tinta emas di lembaran sejarah Rai Malaka.

Komentar
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top