RAGAM

Catatan Pinggir Jelang ETMC 2019 Malaka (6- Bersambung)

Ini Stadion Raihenek, Kobalima, salah satu venue ETMC 2019.

Oleh: Herry Klau

“Betun, Panggung Heterogenitas Rumah Kita Sendiri”

Siapapun yang pernah datang dan menginjakkan kaki di Malaka, pasti akan melewati kota yang satu ini. Sebagai ibu kota kecamatan dan serentak ibu kota kabupaten, Betun punya kekhasan dan keunikan tersendiri. Betun punya wajah sendiri dan Betun punya wangi tersendiri pula.

Betun, dengan esensi dan eksistensi kehidupannya sendiri memberikan nuansa lain dibanding kecamatan lainnya. Nuansa yang tidak biasa dan sedikit terkecil pongah tapi adem.

Nuansa kota kecil mulai tercium dari bangun pagi hingga petang datang menjemput. Kesibukan manusia dan lalu lintasnya sangat terasa dan kental.
Wajah Betun mulai dipoles dan dipercantik dengan berbagai atribut.

Catatan tentang Betun, kini dan di sini, sedikit mengulas tentang heterogenitas masyarakatnya yang membaur jadi satu, menjadi ikatan yang kuat, erat dan tak terpisahkan.

Setiap pagi, ketika adzan mesjid menggema dan bertalu-talu, kesibukan masyarakatnya mulai menggeliat. Penjual bergegas menjajakan barang jualannya di pasar dan pinggir-pinggir jalan. Pendorong gerobak mulai berjalan mengitari Kota Betun dan yang punya mobil mengangkut barangnya untuk pergi ke pasar yang jauh. Tak ketinggalan para penjaja kue mulai membuka warungnya, sementara anak-anak sekolah dan pekerja kantoran mulai bergegas. Para petani pun mulai berjalan menuju kebun dan sawahnya. Pemandangan yang sangat romantis di tengah udara pagi yang segar dan original.

Baca Juga :   Polres Belu Gelar Operasi Simpatik Turangga 2017

Ketika matahari mulai beranjak naik, para toko di sepanjang Pasar Bei Abuk mulai dibuka, dan para pembeli pun mulai berdatangan.
Tak jarang terdengar pula teriakan sopir-sopir mikrolet dan rental yang berjejal di sepanjang jalan, diselingi tawaran jasa untuk mengangkut penumpang menuju tempat tujuan.

Rutinitas itu sepanjang hari dan setiap waktu, bergerak mengikuti irama waktu yang terus maju dan takkan kembali lagi ke belakang.

Menjelang El Tari Memorial Cup 2019 yang digelar di Kabupaten Malaka, Betun sebagai ibu kota kabupaten akan menyambut para tamu yang berdatangan memenuhi lorong-lorong kehidupan Kota Betun.

Para tamu pun akan berhadapan dan menemui situasi ini, sehingga dengan wajah heterogenitas yang sangat kental, tidak membuat tamu merasa asing tapi sebaliknya berada di rumah sendiri.

Aroma Betun akan membuat adrenalin para pemain terlecut dan bergairah, ketika memasuki Lapangan Umum Betun yang “angker” bagi siapa saja yang bertanding di dalamnya.

Setiap memasuki lapangan ini, para pemain akan merasakan desiran dada yang berbeda, ketika melihat wajah-wajah perempuan Betun yang sangat maniak bola.
Mereka akan berteriak di pinggir lapangan, memberikan semangat kepada pemain pujaannya. Dan siapa saja pasti akan larut dalam gelombang itu.

Lapangan umum Betun pun akan menegaskan siapa juara sejati ETMC 2019 jikalau Panitia menghendaki finalnya dihelat di situ.

Baca Juga :   ​Emanuel Kara Penjabat Bupati Malaka?

Seperti apa angker dan magisnya Lapangan Umum Betun, akan diulas pada catatan berikutnya.

Selamat datang di Kota Betun.

Loading...
To Top