RAGAM

Catatan Pinggir Jelang ETMC Malaka 2019 (3-Bersambung)

Herry Klau

Oleh: Herry Klau

“Hamata, Spirit Kekeluargaan Sarat Makna”

Semenjak Kabupaten Malaka ditetapkan sebagai penyelenggara El Tari Memorial Cup tahun 2019, euforia untuk melihat dari dekat representasi mini masyarakat Nusa Tenggara Timur perlahan-laham mulai tumbuh.

Perbincangan tentang El Tari Memorial Cup 2019 tak kalah gaungnya dan terdengar ramai di berbagai kalangan dan status sosial. Di pasar, di sekolah, di gereja dan di mana saja, bola dan ETMC jadi trending topik.

Ingatan-ingatan dan memori tentang ETMC sebelumnya mulai menyeruak ke atas permukaan. Kilas balik sejarah ETMC bermain-main di ingatan setiap orang yang berada di pusaran ini. Semangat yang membara, patriotisme yang menggebu, jiwa yang membakar seakan tercurah jadi satu dengan tema utama “El Tari Memorial Cup”

Bagi publik, penyelenggaraan ETMC akan menjadi Pesta Rakyat NTT dengan durasi waktu 1 bulan. Pesta Rakyat yang mau tidak mau melibatkan seluruh komponen. Berbagai dimensi hidup digerakkan dan perputaran mesin aktivitas akan terasa semakin cepat.

Bagi publik juga, Pesta Rakyat ini semakin menandaskan pentingnya sebuah perhelatan yang mesti dimanfaatkan untuk mendapatkan sedikit keuntungan. Semisal, ekonomi kreatif masyarakat sudah barang tentu diminati, pelaku ekonomi dan bisnis membaca peluang mendapatkan uang dan pedagang asongan dan penjaja makanan ringan pun turut menikmati keramaian bersama pembelinya.

Perbincangan lainnya bersinggungan sangat dekat dengan pelaku sepak bola. Setiap kesebelasan jauh-jauh hari sudah mulai mempersiapkan diri dengan membentuk tim yang solid dan bermutu untuk meraih kemenangan. Membaca kelemahan dan kelebihan adalah hal lumrah dalam setiap pertandingan. Memanfaatkan setiap celah yang sangat kecil untuk memperoleh kemenangan pun menjadi kata kunci dari setiap pelatih, pemain dan official.

Baca Juga :   Marianus Sae Silahturahmi ke Uskup Atambua

Satu perbincangan yang tak kalah menarik datang dari pihak penyelenggara. Realitas yang terbaca dari setiap perhelatan akbar seperti ETMC ini pasti melibatkan banyak orang. Ribuan orang akan berjubel dan hadir menyaksikan dan memberikan yel-yel dukungan kepada tim yang akan bertanding di atas lapangan hijau.

Kenyataan inilah yang membuat Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH bersama jajarannya berpikir untuk menjadikan ETMC 2019 ini sebagai Pesta Rakyat yang tak pernah usai diperbincangkan.

Satu nilai yang akan dieksekusi jelang Pesta Rakyat NTT dua tahunan ini adalah “Hamata”, yang secara harafiah diartikan “mengundang secara lisan”.

Mengapa Hamata menjadi catatan pribadi yang mesti dimasukkan dalam catatan pinggir ini.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH pada setiap kesempatan mengaku bahwa sebagai penyelenggara turnamen ETMC 2019, Kabupaten Malaka harus mempersembahkan yang terbaik serentak menjadi yang terbaik. Dan salah satunya, mengundang semua warga NTT untuk datang ke Malaka melalui pemerintah daerahnya masing-masing.

Pertanyaannya, mengapa mesti Hamata?

Filosofi pribadi saya menilai bahwa Hamata menjadi satu kekuatan yang mengikat dengan menjunjung tinggi spirit kekeluargaan.

Hamata juga menjadi nilai kerendahan hati dan keterbukaan untuk datang secara langsung dan menyampaikan kata hati, kepada mereka yang menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Hamata pun mengandung makna pengorbanan dan perjuangan untuk datang kepada sahabat-sahabat dan meminta untuk hadir sebagai satu keluarga dalam sebuah perhelatan.

Baca Juga :   BKH: Visi Saya Yakni Jadikan NTT Aman, Maju dan Sejahtera

Hamata pun (dalam budaya Malaka) disempurnakan dengan menyuguhkan sirih dan pinang, seraya memohon untuk berkenan hadir, bergerak dan ada bersama-sama sejak awal pesta hingga usainya.

Hamata dalam perspektif dan persepsi pribadi ini menterjemahkan wajah dan keinginan masyarakat agar ETMC 2019 Malaka sukses dan menjadikan turnamen sepak bola ini lebih mempersatukan warga NTT dalam berbagai sisi kehidupan.

Kini, setiap paguyuban masyarakat NTT yang telah terbentuk di Malaka bersama dengan unsur Pemerintah Daerah akan datang ke masing-masing kabupaten untuk Hamata.

Semoga terjemahan dan keinginan ini bisa terwujud hanya dengan nurani bening, hati tulus dan pikiran bersih demi kemajuan Rai Malaka tercinta.
“Nantikan kami datang Hamata di kotamu”

Loading...
To Top