RAGAM

Diduga Sejumlah Proyek Tak Tuntas, Kades Teun Diadukan ke Bupati Belu

Yoseph Moruk

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pengelolaan Dana Desa Teun dipermasalahkan oleh warga masyarakat setempat.
Selasa (25/6/2019) siang, sejumlah masyarakat Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Belu, melaporkan Kepala Desa Teun, Herminus Mau melalui suratnya kepada Bupati Belu.

Sesuai copyan surat yang diterima media ini, terlihat ada enam warga yang menandatangani surat tersebut. Adapun enam warga Teun itu antara lain, Yoseph Moruk, Yohanes Elvigus Atok, Siprianus Moruk, Ponsius Y. Las Un, Yanuarius Bau dan Yoseph Luan.

Disebutkan, telah terjadi banyak dugaan penyelewengan dana desa, dan banyak program kegiatan tidak terealisasi 100 persen. Atas kondisi itu, masyarakat Teun sangat dirugikan. Mereka meminta Bupati Belu dan pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Masih berdasarkan laporan itu, setidaknya ada enam item program kegiatan yang diduga terjadi penyelewengan. Pertama, sumur galian 2 unit tahun 2016 senilai Rp 20 juta dimana satunya tidak selesai dan satunya tidak terlaksana. Kedua, Proyek Benteng Sonaf tahun 2017, dengan anggaran Rp 40 juta. Pelaksanaan proyek itu tidak tuntas.
Ketiga, saluran irigasi di Motaskon tahun 2017 dinilai salah sasaran atau tidak berfungsi. Keempat, lapangan bola voly di Dusun Fatubesi. Dalam pelaksanaannya, lapangan voly yang dikerjakan tidak selesai. Kelima, Bumdes Pabrik Air Minum di Dusun Abat tahun 2017, dan pelaksanaan tidak selesai. Keenam, rehab kantor desa tahun 2018 senilai Rp 50 juta dan proyek tersebut tidak selesai.

Baca Juga :   271 Balon Kades Tuntaskan Tes Wawancara

Yoseph Moruk warga Teun yang ditemui mengemukakan, pihaknya melaporkan semua dugaan penyelewengan tersebut, karena masyarakat sangat dirugikan. Banyak proyek yang tidak selesai. Hanya saja laporan penggunaan keuangan 100 persen. “Jelas ini merugikan kami warga masyarakat,” sebutnya.

Dia mencontohkan, proyek lapangan bola voly di Dusun Fatubesi, sesuai mata anggaran adalah rehab. Padahal di dusun itu tidak ada sama sekali lapangan.
"Kami berharap Bapak Bupati segera memerintahkan Inspektorat untuk melakukan audit," sebutnya.

Jika laporan pihaknya tidak ditanggapi bebernya, dia bersama masyarakat lainnya akan melaporkan dugaan tersebut ke pihak Kejaksaan Negeri Atambua.

Sementara itu, Kades Teun, Herminus Mau yang dikonfirmasi terkait laporan warga itu, dengan santai menjawab media ini.

Dia mengutarakan, laporan sangat politis, karena tengah dimulai tahapan Pilkades. “Ini laporan yang sangat politis. Tapi kami hargai laporan yang ada. Kami siap beri klarifikasi. Ini hanya untuk jegal saya,” tegasnya.

Dia menyerahkan semua laporan kepada Bupati Belu, dan diri siap untuk  mempertanggungjawabkan. “Mereka itu tim sukses cakades lain. Jadi mereka cari-cari kesalahan,” pungkasnya. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top