HUKUM & KRIMINAL

Dua WN Timor Leste Penyelundup Ekstasi Terancam Hukuman Seumur Hidup

Kapolres Belu memperlihatkan tersangka dan barang bukti.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dua warga negara Timor Leste masing-masing JSP (Pria) dan AS (Perempuan) yang diduga kuat menyelundupkan 4.874 butir ekstasi melalui pintu perbatasan Motaain, Rabu (29/5/2019) silam, terancam hukuman penjara seumur hidup.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing dalam jumpa persnya bersama Bea Cukai dan BNK Belu, Rabu (26/6/2019) di Mapolres Belu mengemukakan, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyelundupan ekstasi ke wilayah Indonesia. “Keduanya sudah kita tersangkakan dan telah ditahan sejak diserahkan Bea Cukai. Barang bukti juga sudah diamankan,” paparnya.

Disebutkan, dari keterangan kedua tersangka, penyidik kemudian mengembangkan penyidikan untuk mengetahui siapa penerima. Hasilnya, pihaknya berhasil menangkap tersangka HS alias Hendri Setiono di Kupang. Hendri Sutiono diduga kuat sebagai penerima di Kupang dan kini ditahan di Polda NTT.

JSP dan AS yang merupakan warga negara asing itu, dijerat dengan UU No. 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman seumur hidup.

Penyidik lanjutnya, telah mengirim SPDP ke Kejaksaan dan tengah menyelesaikan berkas perkaranya. Jika sudah tuntas, akan dilimpahkan ke Kejaksaan. “Kalau berkas lengkap atau P-21 setelah dilimpahkan ke Kejaksaan, tentunya akan diikuti dengan pelimpahan tahap dua yakni tersangka dan barang bukti.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah dalam penjelasannya mengatakan, kasus penindakan narkoba merupakan pertama kali dilakukan oleh Bea Cukai Atambua. Nilai barang ditaksir sekira Rp 4.874.000.000.

Baca Juga :   Alumni SMPK Isidorus Besikama Kunjungi Almamater

Dia mengemukakan, pihaknya telah menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Polisi. Untuk urusan penyidikan lebih lanjut, merupakan kewenangan Polres Belu.

Sementara itu, Tersangka JSP kepada media mengatakan, dirinya tidak mengetahui kalau printer itu berisi ekstasi, karena dititip oleh Jerry Gunau warga negara Filipina dari Dili.
Dirinya bersama AS yang merupakan calon istrinya, dibayar untuk membawa barang itu. Setiap hari, dia dibayar dengan US$20 atau setara Rp 280 ribu.

Untuk diketahui, penyelundupan ekstasi seberat 1,861 kilo gram itu, terbilang unik. JSP dan AS berupaya mengelabui petugas Bea Cukai PLBN Motaain, saat membawa barang haram itu. Keduanya memasukan lima bungkusan plastik dalam printer. Saat melalui X-ray, petugas mencurigai isi printer itu. Setelah diperiksa ulang, ternyata berisi ekstasi dalam lima bungkusan plastik itu.

Butiran ektasi berwarna hijau itu kemudian diperiksa menggunakan Narcotics Identification System (NIS). Hasilnya, postif narkoba jenis metilendioksimetamfitamina (MDMA).

JSP dan AS kemudian digelandang ke kantor Bea Cukai Atambua untuk diperiksa. Usai pemeriksaan, Bea Cukai menyerahkan perkara tersebut ke Polres Belu, guna penyidikan lebih lanjut. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
Loading...
To Top