RAGAM

Human Trafficking Terjadi karena Masyarakat Mudah Termakan Rayuan

Suster Sesilia SSpS membawakan materi soal Human Trafficking.

BETUN, Kilastimor.com-Dalam rangka mengisi liburan Idul Fitri, Forum Peduli Perempuan dan Anak (FPPA) Keuskupan Atambua menggelar kegiatan Pencegahan Kekerasan dan Human Trafficking di Desa Kakaniuk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Rabu (5/6).

Pimpinan FPPA Suster Sesilia SSpS yang menjadi pembicara tunggal dalam acara ini mengatakan dirinya sejak dahulu konsen dengan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak dan human trafficking. Sehingga pada setiap kesempatan dimana saja, pasti dirinya akan berbicara tentang persoalan-persoalan ini.

“Saya konsen berbicara tentang masalah kekerasan dan human trafficiking karena setiap saat masalah ini selalu muncul baik di kota dan terutama di desa-desa, sehingga saya selaku berikan pencerahan kepada masyarakat,” kata Suster Sesilia yang pernah jadi nominasi peraih nobel ini.

Dirinya melanjutkan, dalam berbagai kegiatan seminar di dalam maupun luar negeri, masalah ini menjadi perhatian dan fokus negara-negara berkembang. Pasalnya, banyak masalah timbul karena paradigma berpikir yang keliru dan mindset yang salah.

“Kita baca di media sosial dan media cetak, banyak sekali kasus yang mengancam generasi kita. Itu semua terjadi karena masyarakat mudah dipengaruhi dan termakan dengan bujukan atau rayuan. Jangan mudah termakan rayuan dan bujukan yang menghiurkan,” katanya sambil menyorot masalah Human Trafficking.

Kepada warga yang hadir, aktivis perempuan dari kalangan gereja Katolik Keuskupan Atambua ini menghimbau agar masalah kekerasan dan human trafficking menjadi konsentrasi dan fokus perhatian.

Baca Juga :   Revolusi Pertanian Harus Berorientasi Pasar. Pemerintah Harus Siapkan Lembaga Ekonomi Mikro

Kepala Desa Kakaniuk, Petronela Luruk pada kesempatan yang sama berterima kasih kepada pihak Forum Peduli Perempuan dan Anak Keuskupan Atambua yang sudah hadir dan memberikan pencererahan dalam kegiatan ini.

“Mewakili pemerintah dan masyarakat Desa Kakaniuk, saya memberikan apresiasi kepada Suster Sesilia yang dengan berbagai kesibukannya hadir dan memberikan informasi penting ini kepada masyarakat sehingga masyarakat semakin waspada dan hati-hati terhadap persoalan kekerasan dan human trafficking.

Petronela juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini harus dilakukan secara rutin terutama di daerah-daerah pelosok, sehingga masyarakat semakin mengerti dan memahaminya.

Kegiatan ini ditandai dengan tanya jawab dan diskusi dari narasumber dan peserta. (edy sumantri/*)

Loading...
To Top