RAGAM

Kembang Baang Merah, Dinas TPHP Olah Lahan Bekas RS Marianum Besikama

Yustinus Nahak

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka menggandeng Gereja St. Baptista Besikama menggelar budidaya bawang merah di lokasi bekas RS. Marianum Besikama.
Budidaya bawang merah itu dimaksudkan untuk memanfaatkan lahan yang terlantar sejak tahun 2000 lalu, karena diterjang banjir Sungai Benenain.
“Lahan terlantar itu harus diolah dan dimanfaatkan untuk kebaikan dan meningkatkan taraf hidup umat,” ujar Kadis TPHP Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak di Betun, Sabtu (15/6/2019).

Dikatakan, rencana budidaya bawang merah di lokasi eks RS Marianum Besikama merupakan bentuk perhatian Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran untuk mengoptimalkan lahan yang terlantar agar bermanfaat dan memberikan nilai bagi umat Paroki Besikama.

Pemerintah bilang dia, sudah kantongi izin dari Deken Malaka untuk membersihkan lahan itu termasuk mengolahnya untuk penanaman bawang merah.
“Lahan itu diolah pemerintah dan pemerintah siapkan bibit bawang merah termasuk melakukan pendampingan untuk teknik budidayanya. Kita sudah bertemu Pastor Paroki Besikama dan beliau sangat merespon niat baik itu,” timpal Nahak.

Diutarakan, pemerintah siapkan lahan dan bibit, sementara umat di lingkungan Paroki yang melakukan penanaman dan merawat tanaman. Semua hasil tanaman bawang sepenuhnya milik gereja dan umat.

Tokoh umat Paroki Besikama, Paulus Tolan secara terpisah kepada wartawan mengatakan sangat senang dengan rencana itu.
Tanah bekas RS Marianum Besikama itu sejak tahun 2000 terlantar karena banjir bandang dan tidak terawat sehingga menjadi belukar dan hutan di pusat kota Besikama.

Baca Juga :   23 Kampung KB Telah Dibentuk di Ngada

“Kita sampaikan terima kasih kepada Bupati Malaka yang sangat respon dan peka untuk melakukan penataan lingkungan termasuk memberdayakan potensi lahan yang selama ini dibiarkan terlantar. Saat ini bangunan tua eks RS Marianum sudah dibersihkan pemerintah dibawah pimpinan Bupati SBS dan lahan itu dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah,” imbuhnya.

Jadi lanjut Tolan, ada keuntungan ganda dengan pengelolaan ini. Selain lingkungan kita bersih juga bisa dapat hasil dari budidaya bawang merah untuk kepentingan gereja dan umat Paroki Besikama. (edy sumantri)

Loading...
Loading...
To Top