RAGAM

Masyarakat Malaka Harus Hindari Konflik dan Cinta Damai

BETUN, Kilastimor.com-Dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Malaka yang aman dan damai, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik bekerjasama dengan Kesbangpol Kabupaten Malaka, mengadakan Kegiatan workshop internalisasi kurikulum bina damai bagi Lembaga Pendidikan Formal dan Non Formal.

Tujuannya untuk dapat mewujudkan serta menanamkan nilai-nilai juga sensitivitas damai bagi setiap individu masyarakat.
Selain itu, juga kepada aparatur pemerintah sebagai kompetensi dasar penunjang pelaksanaan kerja dan pemberian pelayanan serta perumusan kebijakan-kebijakan pembangunan pada masa yang akan datang.

Workshop Bina Damai Daerah Pasca Konflik NTT digelar diaula Hotel Ramayana Betun, selama dua hari terhitung 18-19 Juni 2019.

Asisten I Setda Malaka, Zakarias Nahak kepada media ini mengatakan, masyarakat Kabupaten Malaka menerima perbedaan, baik suku, Dan budaya yang tertanam sejak lahir pada manusia. Begitu juga dengan perbedaan keagamaan, kabupaten Malaka pun selalu menjaga nilai-nilai kerukunan umat beragama, dimana warga masyarakat Malaka selalu hidup rukun berdampingan dan saling menghargai satu sama lainnya.

“Kita mengucapkan trimakasih kepada
Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di wilayah perbatasan,” Ujar Zakarias Nahak.

Terpisah Penanggung Jawab Workshop Internalisasi Kurikulum Bina Damai, Sukandar mengatakan diskusi-diskusi yang dilakukan lebih kepada mencegah konflik. Nencegah konflik lebih baik dari pada mengobati konflik. Mengobati konflik bisa timbul dendam dan hukum.

Baca Juga :   Persab Belu Juara Grup, Perseftim Runner Up Grup C

Kegiatan ini katanya, bentuknya soft program yaitu festival budaya, peningkatan ekonomi bersama, menanam padi dan menanam potensi lokal bersama. Sehingga di Malaka seperti mempunyai musuh bersama yaitu musuh kemiskinan, ketertinggalan, dan kebodohan. “Mari tiga Hal ini kita benahi bersama. Saya yakin akan kompak masyarakat Kabupaten Malaka,” tuturnya.

Harapan dari acara ini kata dia, bisa disosialisasikan sampai ke tingkat kecamatan dan desa, agar jika terjadi konflik dan perbedaan tidak menjadi masalah besar lagi nantinya. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top