RAGAM

OPD KB se-NTT Diminta Sungguh-sungguh Atasi Kemiskinan dan Gizi Buruk

KUPANG, Kilastimor.com-Badan Kependudukan dankeluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi NTT menggelar kegiatan penguatan tim pengendali Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019, di Hotel Silvia Kupang, 20-22-22 Juni 2019.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru, SE, MPH dalam sambutannya menyampaikan, ada lima program kegiatan yang mendapat dukungan dari proyek prioritas nasional yakni proyek pengelolaan, permintaan dan pemenuhan alkon di faskes.
Disamping itu ada proyek Peningkatan promosi dan konselin kesehatan reproduksi berbasi komunitas, proyek perencanaan kehidupan kelurga bagi remaja, proyek peningkatan promosi pengasuhan seribu hari pertama kehidupan serta proyek akselerasi penguatan kampung KB.

Marianus juga menyampaikan, laporan kampung KB masih jauh dari harapan. Pasalnya pembentukan kampung KB di NTT masih 42,5 persen. Hal ini disebabkan banyak kampung KB belum punya pokja. Kinerja PLKB baru 78 persen sedangkan nasional sudah 98 persen.

Marianus minta kepada semua kepala OPD KB se-NTT harus bekerja sungguh-sungguh sehingga mampu mengatasi semua persoalan mengenai masalah kemiskinan, gizi buruk dan lain sebagainya.

Smentara itu, Ketua Panitia, Orpa dalam laporannya mengatakan program kependudukan dan keluarga berencana pembangunan keluarga (KKBPK) merupakan bagian integral dari pembangunan sosial dan budaya yang tidak bisa dipisahkan dengan pembangunan sektoral lainnya.
Program tersebut memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan keluarga.

Oleh karena itu harapya, komitmen dan dukungan dari internal BKKBN maupun mitra kerja BKKBN dan pemangku kepentingan harus ditingkatkan dalam mencapai sasaran yang telah disepakati dalam RPJMD tahun 2015-2019.

Baca Juga :   PKK NTT akan Bina Kampung KB jadi Desa Model

Pemerintah telah menetapkan tema yakni pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas, yang menitik beratkan pada pembangunan kualitas sumber daya manusia. Pada RKP sebelumnya fokus pada investasi dan infrastruktur.

“Kualitas sumber daya manusia perlu diperhatikan dan harus diikuti alokasi anggaran guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia itu. Tema di atas menjadi acuan bagi BKKBN untuk menunjukan komitmen dan eksistensi dalam membangun sumberdaya manusia yang sejalan dengan tujuan dari BKKBN untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga,” sebutnya. (sani asa).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top