POLITIK

Anggota DPRD Maju Pilkades Harus Undur Diri

Januaria Ewalde Berek.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Majunya anggota DPRD Belu, Paulus Besin Samara sebagai balon Kepala Desa Asumanu, menuai polemik. Pasalnya, disatu sisi tidak ada aturan dalam Perda yang secara tegas mengatur bahwa anggota DPRD harus mengundurkan diri ketika menjadi balon kades. Sementara disisi lain, secara etika yang bersangkutan harus mundur karena balon kades tidak berafiliasi dengan partai manapun.

Terkait polemik itu, Ketua DPRD Belu, Januaria Ewalde Berek yang dimintai komentarnya, Selasa (16/7/2019) di gedung DPRD Belu mengemukakan, sesuai Perda yang ada, maka anggota DPRD yang maju sebagai balon kades harus mengundurkan diri dari partai politik termasuk jabatan sebagai anggota DPRD Belu.

“Kalau menurut saya, ya kita ikuti saja apa yang diatur dalam perda. Balon kades tidak boleh berpartai. Dengan demikian anggota DPRD harus undur diri,” bilangnya.

Dia melanjutkan, baik PNS, TNI dan Polri maupun perangkat desa harus mengundurkan diri. Demikian juga dengan DPRD. Wajib mengundurkan diri karena dia merupakan anggota partai politik yang duduk di DPRD. “Kita tentunya berpegang pada aturan yang ada yaitu perda. Karena perda sudah mengaturnya, ya harus undur diri, walau tidak spesifik,” tuntasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Belu, Paulus Besin Samara kepada media ini menyatakan dirinya tidak perlu mudur dari jabatan, karena tidak ada regulasi yang mengatur. Namun dirinya bersedia mengundurkan diri ketika ditetapkan sebagai cakades.

Baca Juga :   Bupati Malaka Tepis Isu Cuci Tangan Soal Investasi Garam

Untuk diketahui, ada tiga balon kades yang mendaftar di Panitia Pilkades Asumanu. Mereka antara lain, Gervasius Bau, Titus Nahak serta Paulus Besin Sama yang merupakan anggota DPRD Belu aktif. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top