RAGAM

Aparatur Pemkot Harus Siaga dan Waspada Bencana

BETUN, Kilastimor.com-Bencana merupakan suatu hal yang hampir setiap saat terjadi, yang bisa berdampak kecil, sedang dan besar dengan status bencana berskala regional maupun nasional.
Semua itu, membutuhkan penanganan yang tidak hanya tanggap semata, namun membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh, sehingga dibuatkan kegiatan penanggulangan bencana yang berorientasi pada penanganan cepat, tepat dan akurat.

Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka, yang membuka kegiatan di Aula Cendana 3 Hotel Neo Aston Kupang, Rabu (7/7) mengatakan,
Pelatihan Penanggulangan Bencana ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan aparatur dalam menghadapi bencana, meningkatkan efesiensi dan efektifitas penggunaan peralatan penanggulangan bencana yang dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan aparatur dalam penanggulangan bencana.

Lanjut dia melalui kesempatan ini berbagai upaya untuk penanganan bencana telah dilakukan oleh berbagai pihak yang memiliki kepedulian, baik pemerintahan lainnya.
Salah satu diantaranya adalah dengan melaksanakan kegiatan Pelatihan Penanggulangan Bencana Tim Rekasi Cepat (TRC) Tingkat Kota Kupang yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang.
Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan hari ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan agar dalam melaksanakan tugas dilapangan dan bekerja secara cepat, tanggap dan profesional sehinggah kegiatan penanganan darurat bencana dapat berjalan dengan lancar sesuai amanat Undang-Undang 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

Kepada seluruh peserta pelatihan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh menyimak paparan dari narasumber, agar bisa memahami materi yang disajikan sehingga dapat mengoptimalkan semua kemampuan SDM dari aparatur dengan peralatan yang tersedia demi penanggulangan bencana di Kota Kupang,” ujar mantan Penjabat Sekda Kota Kupang itu.

Baca Juga :   Sengketa Tanah Paroki Bolan, Yoseph: Saya Tidak Rebut Tanah Gereja

Kegiatan ini tambahnya, dapat menjadi momentum yang sangat penting karena keberhasilan penanggulangan bencana sangat ditentukan oleh aparatur yang profesional, terampil dan tangguh.

peserta pelatihan penanggulangan bencana ini berjumlah 40 orang yang terdiri dari unsur aparatur yang terbagi dari Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI Kota Kupang, BAPPEDA Kota Kupang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang. Narasumber Pelatihan Penanggulangan Bencana berasal dari BNPB RI, AGD Dinkes Provinsi DKI Jakarta, BPBD Kota Kupang dan Orari Kota Kupang . (sani asa)

Loading...
Loading...
To Top