EKONOMI

Budidaya Bawang Merah di Kecamatan Weliman Seluas 20 Hektare

Inilah trator pengolah lahan bawang merah.

BETUN, Kilastimor.com-Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Malaka gencar melakukan pengolahan lahan penanaman bawang merah milik masyarakat.

Di Kecamatan Weliman terdapat empat desa yang jadi sentra budidaya bawang merah. Tiga desa tersebut sudah diolah dan ditanam, sedangkan Desa Lamudur sedang diolah. Total lahan penanaman bawang merah di empat desa seluas 20 hektare atau masing-masing desa 5 hektare.

PPL Desa Lamudur, Kecamatan Weliman, Anton Seran Nahak saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/7/2019) mengatakan pihaknya sementara menyelesaikan proses pengolahan lahan di Desa Lamudur.
“Hari ini kita selesaikan proses pengolahan lahan dan petani siap melakukan penanaman,” paparnya.

Ketua Kelompok Tani Desa Lamudur, Andreas Nahak mengatakan di wilayah desa Lamudur, pihaknya mendapat program budi daya bawang merah seluas 5 hektar.
“Pengolahan lahannya sementara dilakukan dan diharapkan hari ini selesai agar petani melakukan penanaman,” timpalnya.

Anggota Kelompok Tani di Desa Lamudur, Emanuel Fahik mengatakan sangat senang dengan Program RPM, khususnya pengembabgan komoditi bawang merah.
“Program ini sangat bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kecil di desa. Kita berharap tetap dilanjutkan dan diperluas di masa mendatang,” ungkapnya.

Di Kecamatan Weliman dalam tahun anggaran 2019 Pemerintah mengintervensi program budidaya bawang merah pada 4 desa yaitu desa Laleten, Angkaes, Lamudur dan Forekmodok. Tiga desa sudah selesai pengolahan lahannya dan petani mulai melakukapn penanaman. Sementara ini Distan menyelesaikan pengolahan lahan di Desa Lamudur seluas 5 hektar dari total 20 hektar lahan bawang merah di Kecamatan Weliman. (edy sumantri)

Baca Juga :   SBS: Tabur Bunga di Pantai Motadikin untuk Kenang Jasa Pahlawan
Loading...
Loading...
Loading...
To Top