EKONOMI

Indonesia-Timor Leste Terus Merajut Budaya dan Ekonomi

Bupati Belu terima plakat.

OECUSSE, Kilastimor.com-Sebagai negara tetangga dan saudara Pemda Belu dan Pemerintah Timor Leste selalu bersama, berkolaborasi, berbagi pengalaman dalam merajut benang kebersamaan. Bagi semua orang Timor adalah sama. Ada kesetaraan sebagai manusia yang beradab dan berbudaya sebagai orang timor baik Timor Barat, NTT maupun Timor Leste.

Momentum Expo Pesona Indonesia yang di gelar di Oecusse memicu semua pihaknya untuk membingkai dan menemukan kembali arti dari kebudayaan dan persaudaraan sebagai sesama orang Timor.

Begitulah narasi peradaban, bahwa relasi manusia dengan potensi lingkungannya juga alam semestanya merupakan nilai luhur yang patut menjadi pemersatu orang Timor. Adalah untuk yang pertama kalinya, KBRI Indonesia Timor Leste mengkonstruksikan kegiatan “Pameran dan Produksi Dagang, Seni Budaya dan Pendidikan” yang bertajuk Pesona Indonesia 2019 sebagai hasil kerja sama KBRI Dili dengan Pemerintah Wilayah Ekonomi Khusus Oecusse, Pemerintah Daerah Kabupaten TTU yang digelar di Kompleks Gereja Numbei, Pantai Macassar, Distrik Oecusse, Timor Leste. Sabtu (30/03/2019).

Pelaksanaan kegiatan Pesona Indonesia 2019 merupakan perwujudan komitmen untuk memelihara dan meningkatkan hubungan persahabatan, persaudaraan dan kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Timor Leste, meningkatkan kerja sama ekonomi, sosial budaya dan pendidikan antara kedua negara khususnya masyarakat Indonesia dan Timor Leste di wilayah-wilayah perbatasan.

Pesona Indonesia 2019 menghadirkan rangkaian kegiatan seperti pameran produk, karya seni dan budaya Indonesia dan Oecusse, Timor Leste. Dari Indonesia belasan stand diisi oleh BUMN Indonesia dan Badan Usaha Swasta Indonesia yang beroperasi di Timor Leste, antara lain Telkomcel, Bank Mandiri, Bank BRI, Pertamina, PT. Hutama Karya, PT. Wijaya Karya, PT.Waskita Karya, PT. Bintang Indonesia, Sriwijaya Air, Peternakan Ayam Charoen Phokphan, Sylvia Dili, Indofood dan kalangan pengusaha dari Indonesia dan Timor Leste.

Dari Oecusse dipamerkan berbagai produk kerajinan, seni, kuliner lokal yang merupakan binaan dari Dinas Pariwisata Oecusse dan Dinas Pertanian Oecusse. Kabupaten Belu dan TTU menghadirkan UKM, lembaga pendidikan dari Atambua dan Kefamenanu, tenun khas timor dan sejumlah kuliner lokal.
Selain pameran juga dihadirkan puluhan penari dan musisi dari Indonesia dengan bintang utama Grup Musik Kenamaan Style Voice dan penyanyi ternama Gerson Oliveira dari Timor Leste. Disamping itu tarian dari Sanggar Tari asal Belu dan Kefamenanu, kelompok Dharma Wanita Persatuan KBRI Dili dan penari dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ikut tampil memeriahkan panggung budaya kolaborasi antar dua negara ini.

Antusiasme warga Oecusse sangat tinggi menghadiri kegiatan Pesona Indonesia 2019. Pemuda-pemudi Timor Leste di Oecusse dari berbagai sekolah, paroki, susteran, sanggar seni dan band tampil luar biasa dengan tarian tradisional dan modern, dansa, pembacaan puisi, drama dan seni suara. Bentuk kolaborasi seni budaya yang ditampilkan di panggung Pesona Indonesia 2019 ini dimeriahkan dengan pemberian door prize untuk pengunjung yang beruntung.

Sesuai press realease “Pameran Dagang, Seni Budaya dan Pendidikan Pesona Indonesia 2019 yang diterbitkan KBRI Dilli di Oecusse Timor Leste, 30 Maret 2019 menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Pesona Indonesia 2019 dirangkaikan dengan kegiatan Pemerintah Wilayah Ekonomi Khusus Oecusse dalam memperingati Hari Tuberkulosis Dunia 2019 yang berlangsung sepekan sejak 25 Maret 2019 di Kompleks Gereja Numbei. Pekan Peringatan Hari Tuberkulosis Dunia 2019 dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Demokratik Timor Leste Francisco Guterres Lu Olo.

Oecusse Luar Biasa!

Ketika didaulat untuk memberi sambutan, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH menyebut Pemerintah Wilayah Ekonomi Khusus Oecusse mengalami banyak kemajuan dalam bidang infrastruktur.

Ia mengagumi wilayah khusus yang dinahkodai Dr. Mari Bin Amude Alkatiri ini dengan mengucapkan, Oecusse sungguh luar biasa.
Bupati Willy mengatakan Pemerintah Kabupaten Belu sangat mendukung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Timor Leste dalam menyelenggarakan pameran dagang, seni budaya dan pendidikan di Oecusse.
“Dukungan ini kami wujudnyatakan dengan kehadiran hari ini di Oecusse,” ungkap Bupati Willy disambut tepuk tangan tamu undangan di panggung Pesona Indonesia 2019.

Ia berharap, kegiatan pameran seperti itu dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk KBRI. “Kegiatan ini harus terus dilakukan, selain mempromosikan potensi budaya masing-masing negara juga menjalin dan memupuk tali persaudaraan antara Indonesia dan Timor Leste,” ujar Bupati Willy.

Harus diakui bahwa masyarakat Indonesia khususnya Belu dan TTU dengan masyarakat Timor Leste memiliki kesamaan adat istiadat dan budaya. Oleh karenanya, Bupati Willy Lay meminta kepada Pemerintah Timor Leste agar bisa menghadiri acara pameran di Indonesia terutama di Atambua, Kabupaten Belu.

“Saya atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu mengundang Warga Oecusse Timor Leste berkunjung ke Atambua untuk mengikuti kegiatan-kegiatan pameran seni budaya,” pinta Bupati Lay dihadapan Duta Besar Besar RI untuk Timor Leste, Sahat Sitorus, Deputi Presidente, Arsenio Bano.

Senada dengan Bupati Belu, Asisten III Setda TTU, Raymundus Thal mengungkapkan bahwa, Pemerintah TTU memberikan apresiasi kepada KBRI untuk Timor Leste yang telah menyelenggarakan kegiatan pameran dagang, seni budaya dan pendidikan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menjalin relasi antar masyarakat Indonesia danTimor Leste. Lewat kegiatan ini juga dapat meningkatkan perekonomian kedua negara.

Kegiatan Pesona Indonesia 2019 yang diselenggarakan KBRI Dili mendapat apresiasi dari Deputi Presidente Arsenio Bano. Ia mengatakan, Pemerintah Timor Leste merasa senang dengan pelaksanaan kegiatan kerja nyata dalam menjaga semangat persaudaraan ini.
Arsenio menuturkan, meski Indonesia dan Timor Leste berbeda negara namun budaya dan persaudaraan yang ada harus tetap terjaga. Arsenio menambahkan, pada kegiatan kali ini, Indonesia mengirim delegasi terbanyak kedua setelah kegiatan bersama Gubernur NTT beberapa bulan lalu.

Deputi Presidente Timor Leste ini mengaku merasa senang dengan kegiatan yang diselenggarakan KBRI. Kegiatan tersebut dapat memupuk persaudaraan antar kedua negara.

Menanggapi permintaan Bupati Belu, Arsenio menyanggupi dan menyampaikan bahwa, Pemerintah Timor Leste siap memenuhi undangan Bupati Belu.
“Untuk sebuah persahabatan kami siap 100 persen undangan Bupati Belu,” ungkap Arsenio disambut tepukan tangan meriah warga Oecusse.

Lebih jauh, Arsenio Bano menjelaskan bahwa Oecusse baru tiga tahun ditetapkan sebagai Zona Ekonomi Khusus yang merupakan kebijakan Presiden Regiao Administrative Especial Oe-Cusse Ambeno (RAEOA) dan Zona Especial Ekonomi Sosial Mercado Timor-Leste (ZEEEM-TL) Dr. Mari Bin Amude Alkatiri. Dimasa Alkatari, pemerintah terus membangun Oecusse dari berbagai aspek sehingga secara berlahan-lahan mengalami perubahan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste, Sahat Sitorus mengatakan, pemerintah Indonesia menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai wadah menjalin relasi antara Indonesia dan Timor Leste. Kemudian mengembangkan potensi budaya kedua negara serta mendorong perekonomian kedua negara agar semakin maju dari waktu ke waktu. Sahat Sitorus menambahkan, Oecusse memiliki potensi ekowisata yang unggul. Keindahan alam dan pantainya sangat menakjubkan.

Selain itu, konektivitas lintas negara sudah semakin bagus karena sudah dibangun bandara yang sangat besar. Ke depan, Oecusse akan menjadi daerah tujuan wisata dari negara lain termasuk Indonesia.

Sitorus menjelaskan, sesuai data Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi menunjukkan, sampai dengan tahun 2018 tercatat 2.700 mahasiswa asal Timor Leste yang mengenyam pendidikan tinggi di Indonesia. Timor Leste merupakan negara urutan pertama mengenai jumlah mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Indonesia.

Lanjut Sitorus, sesuai data statistik, selama tahun 2018 tercatat 1,7 juta orang asing datang ke Indonesia melalui pintu masuk Indonesia-Timor Leste. Untuk diketahui, Kedutaan Besar RepubIik Indonesia ( KBRI ) untuk Timor Leste menyelenggarakan pameran dan promosi dagang, seni budaya dan pendidikan di Distrik Oecusse, Timor Leste.
Dalam kegiatan bertajuk Pesona Indonesia 2019 ini, Pemerintah Indonesia melalui KBRI mempromosikan beberapa seni tari asal Indonesia.
Diantaranya tarian Helong yang dibawakan Mahasiswa Unika Widya Mandiri Kupang, tarian Bidu dari Kabupaten Timor Tengah Utara, tarian Likurai dari Kabupaten Belu dan Tarian Tor Tor dari Batak yang dilakonkan Dharma Wanita KBRI Dili.

Melalui Duta Besar Republik Indonesia untukTimor Leste, Pemerintah Indonesia menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai wadah menjalin relasi antara Indonesia dan Timor Leste. Kemudian mengembangkan potensi budaya kedua negara serta mendorong perekonomian kedua negara agar semakin maju dari waktu ke waktu.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay, Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan, Asisten III Setda TTU, Raymundus Thall, Pastor Paroki Numbei Oecusse Pe, Albino Marques, Insan Pers Indonesia, Timor Leste dan warga Oecusse. (ferdy talok/dvertorial)

Komentar
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top